Category Archives: Radio Broadcasting

Teknik Produksi Siaran Radio & TV

Teknik Produksi Siaran Radio & TV.

Pengertian Tekik Produksi Siaran menurut KBBI.

Teknik:

  1. n pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan hasil industri (bangunan, mesin): sekolah —ahli —
  2. n cara (kepandaian dan sebagainya) membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni
  3. n metode atau sistem mengerjakan sesuatu

Produksi:

  1. n proses mengeluarkan hasil; penghasilan: ongkos — barang
  2. n hasil: buku itu merupakan –nya yang pertama
  3. n pembuatan: — film itu menelan biaya cukup besar

Siar:

  1. v memberitahukan kepada umum (melalui radio, surat kabar, dan sebagainya); mengumumkan (berita dan sebagainya): ia hendak ~ pertunangannya
  2. v menyebarkan atau mempropagandakan (pendapat, paham, agama, dan sebagainya): siapa yang mula-mula ~ ajaran agama Islam di Indonesia?
  3. v menerbitkan dan menjual (buku, gambar, foto, dan sebagainya): satu-satunya penerbit yang ~ foto-foto perang
  4. v memancarkan (cahaya, terang, dan sebagainya): matahari mulai ~ cahayanya
  5. v mengirimkan (lagu-lagu, musik, pidato, dan sebagainya) melalui radio: sebulan sekali RRI Yogyakarta ~ wayang kulit semalam suntuk

Siaran:

  • n yang disiarkan (dalam berbagai-bagai arti):

Kata “siaran” merupakan padanan dari kata broadcast dalam bahasa Inggris.

Undang-undang Penyiaran memberikan pengertian siaran sebagai:

“pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara, gambar, atau suara dan gambar atau yang berbentuk grafis, karakter, baik yang bersifat interaktif maupun tidak, yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran.”

Progam siaran dapat didefinisikan sebagai satu bagian atau segmen dari siaran radio ataupun televisi secara keseluruhan.

Organisasi Produksi

Production Organization. Gill Branston & RoyStafford dalam The Media Student’s Book (London: Rouledge, 2003) mengemukakan teori organisasi produksi dengan menjadikan produksi film atau televisi sebagai contoh kasus.

Secara garis besar teori ini menguraikan tahapan proses produksi, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi.

A. Pra Produksi

Sebuah program acara berawal dari sebuah ide atau gagasan baik perseorangan atau kelompok (teamwork), yang diteruskan dengan proses tukar pikiran (brainstorming).

Setelah itu dilakukan penyesuaian-penyesuaian (adaptasi) agar didapatkan sebuah program yang terstruktur dan rapi, biasanya sudah berupa naskah cerita (skenario) untuk drama atau rundown program acara non-drama dan news.

Tahap pra-produksi, meliputi tiga bagiansebagai berikut:

a) Penelitian/Penemuan Ide

Penelitian merupakan komponen utama produksi.Karena, penelitian merupakan bagian penting dari karya media akademik begitu pula produksi, biasanya penelitiandatang sebelum negosiasi singkat.

Tahap ini dimulai ketika seorang produsermenemukan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan script, mengumpulkan data,membuat riset dan menuliskan atau meminta penulis naskah mengembangkangagasan menjadi naskah sesuai riset.

Selanjutnya produser menyusun jadwal (timeline) dan meninjau lokasi pengambilan gambar.

b) Peninjauan

Persiapan yang baik sangat penting untuk produksi media yang efektif. Sebelum pekerjaan audio, video atau photoghrapi terjadi di lokasi, sebuah perusahaan produksiakan melakukan serangkaian peninjauan. Termasuk pemeriksaan sumber listrik dan pencahayaan Fasilitas seperti ruang ganti, penyegaran dan kemungkinan ruang publikdan pers adalah penting.Kepala produser, kru kamera dan suara juga memilih lokasiuntuk menambah keindahan estetika.

Pada tahap ini meliputi pemberesan semuakontrak, perijinan, dan surat menyurat. Latihan para artis dan pembuatan setting,meneliti dan melengkapi peralatan yang diperlukan.Persiapan ini baik diselesaiikanmenurut jangka waktu (time schedule) yang sudah ditetapkan.

c) Desain

Desain yang bagus menunjukkan produk tersebut memiliki kualitastinggi.Desain produk menjadi prioritas utama dalam produksi media.

Barang yangakan diperkenalkan dan diproduksi harus ditetapkan terlebih dahulu segi fungsinya.produk kemudian di desain sesuai dengan ketentuan perusahaan. manajemen biasanya mempunyai beragam plihan sebagaimana sebuah produk dapat mencapaitujuan fungsionalnya.

B. Produksi (Pelaksanaan)

Langkah ini dapat dikerjakan ketika pekerjaan utama selesai pada sebuah konsep yangakan menjadi produk. Hal tersebut berguna pada saat dibahas siapa yang mengeksekusi, apadan bagaimana perannya didefinisikan dan diintegrasikan sebagai bagian dari suatu produksi.

1) Unit Produksi

Pada tahap ini, prinsipnya memvisualisasikan konsep naskah atau run down agar dapat dinikmati pemirsa.Karena konsep tersebut, maka dibutuhkan peralatanyang sudah pasti ada orang (operator), dan production service.

Unit yang digunakanuntuk melakukan produksi di perusahaan media ini adalah staf kreatif.Sedangkan,sutradara bekerja sama dengan para artis dan crew mencoba mewujudkan apa yangdirencanakan dalam kertas dan tulisan (shooting script)

menjadi gambar, susunangambar yang bercerita. Selain sutradara, penata cahaya dan suara mengatur dan bekerja agar gambar dan suara bisa tayang dengan baik.

2) Peran Produksi

Pada bagian ini unit-unit organisasi memerankan fungsinya seperti produsen,direktur dan editor, Tenaga teknisi, Tenaga administratif, dan tim kreatif.

Hal-hal yang berkaitan dengan konsumen, biasanya merupakan hal dari tim kreatif di balikserangkaian seri program televisi.

Selain itu, dalam rekaman suara juga, produser bisa dikatakan sebagai tim kreatif. Dalam hal penerbitan, peran yang sama kemungkinan akan dibagi oleh editor dan manajer produksi.

Produksi memerlukan keahlian khusus dan pengetahuan. Pertama, dalam kemampuan akademik umum dari penggunaan dan pengecekan sumber daya manusia. Kedua, dalam kaitannya dengan spesifikasi keahlian khusus.

3) Hak Cipta dan Perizinan

Produk media sering referensial dan interkstual, memanfaatkan bahan yangdirekam sebelumnya. Dalam industri yang sangat komersial hampir apa pun yang dimiliki segala jenis komersial yang potensial, bisa digunakan dalam publikasi lain akan dimiliki dalam hal hak untuk reproduksi.

Industri ini telah mengembangkandokumen khusus untuk produsen media, ini juga digunakan untuk izin. Permintaan produsen, biasanya tidak membeli seluruh lagu tapi hanya beberapa detik. Salah satu solusi bagi produsen kecil adalah dengan menggunakan musik perpustakaan, khusus ditulis dan direkam untuk produksi audio visual dan katalog CDs sesuai dengan tema.

C. Pasca Produksi

Pasca produksi dimaksud sebagai tahap penyelesaian akhir atau penyempurnaan dari produksi. Tahap penyelesaian meliputi pelaksanaan editing baik video maupun audio, pengisian narasi, pembuatan efek khusus, melakukan hasil evaluasi hasil akhir dari produksi.

Setelah bahan utama telah diproduksi, atau ditemukan dan disusun, maka layak dibentuk menjadi produk akhir. Hal itu melibatkan beberapa kegiatan yang berbeda.

Branston dan Stafford merancang sebuah langkah akhir dalam pasca produksisebagai berikut :

1) Penulisan Ulang dan Editing

Setelah shooting selesai, penulis skrip membuat logging yaitu mencatat kembali semua hasil shooting berdasarkan catatan shooting dan gambar.

Di dalam loggingtime code (nomor kode yang dihasilkan dari digit frame, detik, menit dan jam yang dimunculkan dalam gambar) dan hasil pengambilan setiap shoot dicatat. Kemudian berdasarkan catatan itu sutradara membuat editing kasar yang disebut editing offline.

Setelah pengeditan maka dilakukan pemeriksaan atas naskah atau gambar yang telah diedit. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa teks mentah tidakterdapat kesalahan ejaan, informasi yang tidak akurat.

2) Penjadwalan

Untuk menentukan berapa lama tim produksi harus menyelesaikan proses produksi, tergantung pada perencanaan dan persiapan sebagai suksesnya suatu produksi. Bahkan rencana yang baik pun akan sia-sia jika keseluruhan tugas itu tidak bisa dilakukan. Menghitung waktu pada setiap proses produksi tersebut akanmenghabiskan waktu untuk memastikan bahwa tim produksi tahu jadwal.

Dalam media online/sosial jadwal sangat penting untuk mengetahui kapan produk akan dipublikasikan.

3) Uji Pemasaran dan Peninjauan

Setelah proses peninjauan maka dilanjutkan dengan uji pemasaran atau pratinjau terhadap produk yang akan di dikeluarkan. Jika tim produksi ragu terhadap produk yang diproduksi maka diperlukan uji pemasaran produk bertujuan untuk melihat respons audien terhadap produk yang diajukan. Meskipun sebagian orang mengatakan langkah ini mengarah ke produk yang lambat.

4) Finishing

Produk media yang paling sukses adalah produk yang berasal dari hasil akhiryang berkualitas. Tampilan yang bagus dengan pemikiran yang diberikan pada pencahayaan dan caption atau katalog yang dicetak dengan hati-hati akan meningkatan audiens. Tahap ini menjadi tahap produksi akhir sebelum produk didistribusikan.

Teknik Produksi Siaran TV

Fred Wibowo, Teknik Produksi Program Televisi. Dalam memproduksi program televisi, sangat diperlukan Standard Operasional Procedure (SOP), yaitu

  1. Praproduksi — menyangkut ide, perencanaan dan persiapan), Produksi (pelaksanaan)
  2. Pasca-produksi (penyelesaian dan penayangan).

Dalam memproduksi program televisi seorang produser akan dihadapkan pada lima hal sekaligus yang memerlukan pemikiran mendalam:

  1. materi produksi
  2. sarana produksi
  3. biaya produksi
  4. organisasi pelaksanaan
  5. tahapan pelaksanaan produksi.

Program televisi tidak dapat terlepas dari adanya kerjasama oleh tim produksi yang merangkai dan menggambarkan ide cerita atau skenario ke dalam bentuk audio dan video.

Dalam melaksanakan suatu program, apalagi program itu live, maka semua teknis harus dipersiapkan dengan sangat matang, demi memperoleh hasil yang maksimal.*