Kepada: Kawan-Kawan Wartawan Bandung


pltsa8Warga GCA Gedebage Badung mengadakan doa bersama menolak PLTSa/PSBT, Kamis (30/12). Saya didaulat memberikan taushiyah. Dalam taushiyah itu saya sampaikan “landasan teologis” menolak insinerator, intinya guna menghindari kebinasaan atau bahaya karena pabrik itu –menurut para ahli– akan mengandung racun/dioxin.

Di sela-sela taushiyah, saya selipkan intermezo tentang status facebook saya yang menggugat sosialisasi PSBT oleh Pemkot Bandung di Hotel, bukan di tengah warga sekitar bakal lokasi PSBT. Saya sampaikan salah satu komentar di FB, ketika saya minta wartawan kritis bertanya kepad panitia/Pemkot: mengapa sosialisasi di Hotel? Salah satu komentar di FB itu saya sampaikan: “haha pewartanya ikud naik level jd lp tnya hehe”.

Tak disangka, hal itu diplintir dan diubah menjadi fitnah. Entah wartawan mana yang menyebarkan, dibilangnya saya bicara begini: “Pemkot sosialisasi di Hotel, wartawan makan-makan!” atau  SMS dari Firdaus dari Medianet: “Pemkot sosialisasi di horizon dan para wartawan ikut perbaikan gizi”. Katanya, wartawan tersinggung dengan ucapan saya. Hah? Bener-bener fitnah!

Semua warga GCA yang hadir jadi saksi, saya tidak mengatakan begitu. Sekali lagi, itu fitnah! Saya curiga, jangan sampai saya berpikiran itu “pesanan” pihak tertentu untuk “pengalihan isu”. Masya Allah…!

Bahkan, saya ucapkan terima kasih kepada wartawan yang meliput saat itu. Saya pimpin hadirin untuk applaus, bertepuk tangan, sebagai tanda terima kasih atas dukungan dan kehadiran rekan-rekan wartawan. Lagi pula, tiga dari sekian wartawan yang hadir, bahkan mampir ke rumah saya, dan ok-ok aja, tidak ada apa-apa tuh….!

Jadi, dari mana fitnah itu datang? Siapa yang menyebarkan fitnah itu? Saya siap tuntut ke pengadilan jika isu itu berkepanjangan!

Satu hal, saya juga wartawan! Jangan lupa itu! Mana mungkin saya menyinggung sesama wartawan, menyinggung diri sendiri? Masya Allah, coba deh…. kawan Fikri dari Tempo, kawan Firdaus dari Medianet, coba deh… kontak langsung ke saya, jangan lewat orang lain, klarifikasi, cek and ricek. Ingat, sekali lagi, saya juga wartawan…

Mari kita tegakkan etika jurnalistik, etika pribadi juga, saya percaya rekan-rekan wartawan Bandung yang liput acara tersebut adalah wartawan baik-baik, profesional, bukan wartawan gadungan!

Saya minta maaf  jika ada salah paham seperti ini. Tapi tolong, hentikan penyebaran fitnah dan isu itu… Stop pemlintiran ucapan saya …. Saya bisa menempuh jalur hukum. Asa piraku nya, nu kitu wae jadi urusan hukum….? Sipp. Thanks. Hatur Nuhun…. (www.romeltea.com).*

6 thoughts on “Kepada: Kawan-Kawan Wartawan Bandung

  1. BEM Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Arogan

    (BANDUNG, WB) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran pada hari Rabu, (16/2), pukul 9.30 WIB mengadakan Seminar Psychology at Work dengan tema “Exploring Your Positive Energy”dengan pembicara Mario Teguh (Motivator dan pembawa acara Golden Ways), Tika Bisono (Psikolog), dan Danrivanto Budhijanto (Dosen Fakultas Hukum Unpad) yang diadakan di Grha Sanusi Unpad Dipati Ukur Bandung.

    Acara yang dihadiri segelintir orang dengan membayar pendaftaran Rp. 150.000 untuk umum dan Rp. 100.000 untuk mahasiswa ternyata tertutup untuk Wartawan. Panitia dengan arogan melarang Wartawan untuk masuk, baik mengambil gambar ataupun meliput acara tersebut, ketakutan panitia untuk memasukkan Wartawan ke Grha Sanusi dapat dipahami karena Mario Teguh sangat menjaga Eksklusivitas dan kewibawaannya.

    Memang Panitia berhak menentukan siapa – siapa saja yang boleh masuk, tetapi dengan melarang Wartawan masuk merupakan blunder yang cukup fatal bagi panitia yang kebanyakan mahasiswa hukum Unpad, karena dengan melarang, berarti menghalang – halangi tugas Wartawan untuk melakukan tugas jurnalistik.

    Acara yang tertutup bagi Wartawan, dapat menimbulkan berbagai persepsi dan dugaan yang macam – macam, bisa saja acara yang tertutup bagi Wartawan, membahas tentang komunisme, penistaan agama dan kudeta terhadap negara, ataupun hal – hal lain yang sangat rahasia, oleh sebab itu Wartawan merupakan peninjau suatu acara ataupun seminar yang diadakan oleh siapapun.

    Diharapkan dikemudian hari, para mahasiswa perguruan tinggi lain, yang mengadakan suatu acara atau seminar tidak melakukan hal konyol seperti yang dilakukan mahasiswa fakultas hukum Universitas Padjadjaran dengan melakukan pelarangan peliputan kepada wartawan yang bertugas.(Wartawan Bandung).

  2. Terlaluu…kalau ada rekan2 saya para wartawan yg mencoba-coba utk memelintir ucapan kang Romel. Tenang bos, Aliansi wartawan radio indonesia (Alwari) bandung siap mendukung. Lucu juga kalau hal2 sepele saja di-besar2-kan….

  3. Maju terus Bung Romel. Sebagai senior yang pernah bekerjasama dengan Anda di SKM Hikmah (1993-2000), saya cukup tahu prinsip dan visi Anda dalam menegakkan kebenaran. La takhof wa la tahzan !

  4. Eta mah fitnah kang aya nu bade ngadu domba sasami wartawan sing sabar kang lami2 nu mitnahna kapeundak srg bakal kenging wawales ti Allah SWT

  5. saya dan rekan – rekan percaya, kang romel tdk akan seperti itu. saya sudah lebih dari 10 tahun bersama dia & kang romel bisa dikatakan “wartawan putih bersih” jadi sangat tdk mungkin di aberbuat seperti itu. hati – hati dgn pihak pihak yag tidak bertanggug jawab, karena pasti akang dada CS selalu mencari cara untuk menggolkan rencananya. hayu ka para wartawan urang ngariung babarengan.

  6. Saya percaya kpd Kang Romel, malah sejak di Hikmah, tabloid milik Pikiran Rakyat pd 1990an. Saya pelanggannya dulu. Smg Allah melindungi Kang Romel. Allahumma aamiin, doa pd Jumat berkah.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s