Catatan dari Hong Kong (11): Naik ke 'Teras Langit'


Ahad (22/8)  malam saya mendapatkan kabargembira dari Dompet Dhuafa Hong Kong (HK): Senin (23/8) DDHK dan Konsulat Jenderal RI HK mengadakan “tour” atau “rihlah” (jalan-jalan, wisata) bagi paraustadz/ustadzah yang diundang DDHK/KJRI ke sejumlah objek wisata di HK. Sayasendiri bukan ustadz (sesekali bisa juga sih “berperan” sebagai ustadz, he he..alhamdulillah… “h” kecil ya ngucapinnya), tapi masuk dalam daftar “tamu undangan” yang diajak.

Ada tiga ustadz dan tiga ustadzah, plus saya dan seorang karyawan DD Republika yang mengikuti tur, plus dua pemandu dari DDHK. Total 10 orang. Kami berangkat dari kantor DD di Haven Street, Causeway Bay, menuju Tung Chung menggunakan MTR.Saya menyebutnya “tung tung” (Sunda, artinya “ujung”) karena dalam memang itukawasan “ujung” pulau HK.

“Petualangan”pertama, kami naik Cable Car atau “kereta gantung”. Seru! Ungkapan”Subhanallah” bersahutan dari para ustadz/ustadzah selama di Cable Car begitumenikmati pemandangan begitu indah panorama alam Hong Kongdari atas. Hutan dan laut terbentang luas dan indah dibawah kaki kami yang menginjak gelas kaca. Tak lupa, foto-foto dong!

Cable Carmembentang sepanjang 5,7 km, menghubungkan Tung Chung dan Ngong Ping. Usai menikmati keindahan alam (tadabur alam gitudeh…), kami menuju Ngong Ping Village.Di sana kamimenikmati objek wisata Giant Buddha, patung Budha yang guedee… bangedh! Kami tidaknaik tangganya yang begitu… melelahkan jika dinaiki. Kami di bawahnya saja.

Untuk mencapai Giant Buddha kita harus menapaki 268 anak tangga! Gak kuat deh…. Giant Buddha (Tian Tan Buddha) sendiri, menurut catatan buku panduan, merupakan patung Buddha raksasa yang terbuat dari perunggu seberat 250 ton dengan tinggi 34 meter dan resmi dibuka sejak tahun 1993.

Kami juga menuju Po Lin Monastery, salah satu biara legendaris di Hong Kong. Di pelataran biara ini banyak umat budha yang sedang melakukan ritual ibadah, menghadap Giant Buddha. Ada biara dan kami hanya mendekati pintunya  plus… foto-foto.

Dari sana kami menuju Victoria Peak menggunakan bus. Victoria Peak adalah sebuah gunung dengan ketinggian 552 meter, tertinggi di HK. Kami menaiki Peak Tram, sebuah kereta yang dibuat dan mengalami perbaikan sejak 1888. Dari dalam tram kami menikmati pemandangan pulau Hong Kong.

Kami sampai di Peak Tower, sebuah menara di Victoria Peak yang juga menjadi pemberhentian paling atas Peak Tram. Setelah itu, kami memasuki museum patung lilin Madame Tussaud’s –museum patunglilin berbagai tokoh kenamaan dunia. Patung yang saya incar adalah David Beckam dan Ronaldo. Saya “foto bareng” sama mereka, juga dengan The Beatles, Tiger Wood, Barack Obama, dan sebagainya, termasuk dengan Jacki Chan di pintu masuk.

Usai dari MadameTussaud’s, kami buka puasa di sebuah kafe, lalu menuju Sky Terrace (TerasLangit). Subhanallah… kami ada di beranda langit! Di atas gedung, tinggibangedh…, dan memandang panorama HK yang gemerlap. Sayang, kami tidak bisaberlama-lama di sanakarena tiba-tiba hujan euy…!

Kejadian lucu dimulai sejak dari Sky Terrace. Kami diminta “jalan cara Hong Kong”, cepat, bahkan berlari. “Ayo cepat,” kata pemandu. Kami yangada di barisan belakang menurut saja. Selama berlari-lari itu, saya terusbertanya kepada kawan kiri kanan saya, “Kita ngejar apaan sih?” Jawabnya,”Tidak tahu”. Ya, saya tidak tahu, kami berlari mengejar apaan sih, tapi kami”taklid” saja, ngikut saja, jalan cepat dan berlari.

Rupanya, kami harus cepat menuju Terminal Star Ferry Tsim Sha Tsui agar dapat menikmati pemandangan “Symponyof Light” — spectacular multimedia display yang sudah dikenal sebagai “World’s Largest Permanent Light and Sound Show” oleh Guinness World Records. Yah…kami terlambat! Symphony of Light telah berlalu… hiks!

“Apa yang kita kejar? Mana yang kita buru tadi?” tanya saya sambil tertawa begitu sampai di pintu masuk kapal ferry yang akan menyebrangkan kami ke Kowloon. Semua tertawa! Euh… bodor pisan!

Turun dari kapal ferry, kami foto-foto sebentar, lalu meluncur pake bus menuju sebuah rumah makan. Alhamdulillah… (pake “h” kecil ya ngucapinnya!). Usai makan, kami menuju MongKok. Shopping gitu loch!

Baru sekitar 15 menit kami “laper mata” melihat souvenir dan barang-barang di Mong Kok. Breg! Hujan euy….!!! Kami tidak langsung pulang, tapi singgah dulu di Jordan untuk… shopping lagi! Euleu-euleuh… !!! Wasalam.*

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s