Catatan dari Hong Kong (8): Tidak Merasa Kesepian


Tuh, sahur aja dikelilingi bidadari-bidadari, bijimana mungin merasa kesepian? Hehe...

Tuh, sahur aja dikelilingi bidadari-bidadari, bijimana mungkin merasa kesepian? Hehe...

Hijau Daun dan Luna Maya boleh nyanyi “Di sini aku masih sendiri/ Menyusuri hari-hari sepi/ Aku tanpamu… oh Meski tanpamu// Bila esok hari datang lagi/ Kucoba ‘tuk hadapi semua ini/ Aku tanpamu… oh.. Masih tanpamu//”, tapi di berada Hong Kong, sejak 5 Agustus lalu, saya tidak pernah merasa kesepian. Pasalnya, pertama, saya “ngantor” di Kantor Dompet Dhuafa HK yang juga berfungsi sebagai shelter. Selalu ada bahkan banyak orang di sana. Apalagi kalo hari Sabtu dan Minggu, wuih… sulit melangkah! Sesak bener… Senangnya menjadi yang paling tampan di antara bidadari-bidadari… Ibarat kate, bintang-bintang bertaburan di sana… Silau, man… cantik-cantik lagi!

Kedua, waktu terasa begitu cepat berlalu karena kesibukan web designing, DD HK Facebook ans Twitter maintenance, updating, writing, siaran di Radio Perantau Indonesian (RPI), de el el. Agenda “resmi” atau “jadwal kegiatan” sebenarnya cuma tiap hari Minggu, yakni menjadi trainer penyiaran radio. Namun, ya itu tadi, there’s so much i have to do here. Alhamdulillah, bisa produktif. Lagi pula, tugas-tugas di tanah air bisa dilakukan di sini. Thanks to information and communication technology!

Ketiga, di kamar –lebih tepatnya di studio RPI– sering ada “tamu tak diundang”, tanpa wujud. Tiba-tiba kedua layar monitor komputer di ruang suaran menyala dan ada kursor bergerak, klik sana klik sini… Aya jurig? Bukan, tak lain Mr. Balisdjadi atau Mr. Iwan Hanafiyah dari Jakarta, meremote PC di studio, ngebenerin yang gak bener, ngeberesin yang gak beres. Indahnya dunia berkat teknologi…

Maka, tidak heran jika Bung Nico Aquaresta, kawan karib yang juga penyiar Trijaya FM, berkata : “Luar biadabnya teknologi kang, Hong Kong – Bandung asa deket pisan….”

Benar sekali, sahabat perantau di mana pun berada… Faktor keempat yang membuat saya tidak merasa kesepian adalah saat siaran di RPI, serasa siaran di Bandung, serasa siaran di 97,2 FM Radio Shinta Buana (tiap Minggu, Jam 3-6 pm saya siaran lagu2 Koes Plus… jangan heran saya pake kaos Bandung Koes Community saat diklat). Tiap kali siaran di RPI, Kang Syarif dari demokratnews.com hampir selalu monitor n chat di bandung, demikian pula Bung Nico dan lainnya. Belum lagi kawan-kawan perantau di HK sini.

Siaran di RPI terasa lebih sibuk bahkan, karena saya juga sibuk melayani chat di FB dan YM. Alhamdulillah…. Wasalam.*

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s