Catatan dari Hongkong (4): Salah Masuk Kamar


me1Aja aja ada memang, tapi cukuplah jadi hiburan atau sekadar intermezo di tengah “kesibukan” selama di Hong Kong. Pelatihan Penyiar & Reporter Radio dimulai Ahad, 8 Agustus 2010, di Hong Kong Communication Art Center, King’s Road, Tinhau, samping Victoria Park. Jadwalnya dimulai jam 10, jadinya jam 11, ah… kebiasaan molor juga terjadi di negara maju neeh… (pelakunya kita: Indonesian, jadi malu).

Pelatihan dibuka secara resmi oleh GM Dompet Dhuafa Hong Kong, Ust. Abdul Ghofur, melalui teleconference, pake Skype, di tengah perjalanan beliau memimpin rombongan ziarah ke makam Sa’ad bin Abi Waqash –penyebar Islam di China– di Guang Zou. Sebelumnya, ada “sambutan ketua panitia” Mr. Balisdjadi.

Saya memulai pelatihan dengan menerangkan dikit soal penyiar. Seperti biasa, saya bilang, siaran itu mudah. Semua orang bisa jadi penyiar, asalkan bisa ngomong. Tunawicara ya jelas duong, kagak bisa jadi penyiar. Mudah karena siaran tu hakikatnya ngobrol, ngobrol ama pendengar. Hanya saja teman atau lawan bicara kita gak keliatan. Kita cuma membayangkan saja, pendengar itu ada di depan kita (visualize!). Gaya bicara saat siaran pun hakikatnya sama saja dengan saat kita ngobrol biasa atau ngobrol di telepon dengan seorang teman.

Penyiar juga sebenarnya cuma mengisi kekosongan (blank spot) antarlagu yang diputar, tepatnya: menyambungkan lagu satu ke lagu berikutnya. Misal, lagu 1 (Armada, Buka Hatimu) diputar, terus antarkan lagu berikutnya (2, Peterpan –Tak Ada Yang Abadi), berikutnya (3, Ungu –Cinta Gila), terus lagu 4 (Rhoma Irama, Judi), dst. Tugas kita “cuma” ngomong sebelum dan sesudah lagu-lagu itu. Ngomong apa saja, bebas, sesuai dengan “pesanan” Program Director atau produser.

Usai ngejelasin soal penyiar secara ringkas itu, saya minta peserta menuliskan naskah Opening siaran… Simple saja: “Basmalah, Salam, Selamat Pagi Sahabat Perantau/ Selamat berjumpa dengan saya –Dewi– dalam acara Curhat Perantau// Gitu doang, terus satu per satu peserta praktik opening siaran. Berebut juga dikit, takut gak kebagian waktu, maklum… pesertanya membludak: 80 orang! Hmmh…. gimane ngurusnye…?

Abis tu, ceramah lagi deh, soal Karakter Radio. Capek juga, untung deh, ada si teteh urang Batujajar, Bandung, jadi asa aya dulur ti Bandung tah… Nya teh?

Usai pelatihan, sekitar jam 14.30 WHK, kami meluncur ke Studio Radio Perantau, masih kawasan Tinhau juga, jalan kaki kita ke sana. Soale, pas jam 15.00 WHK, RPI siaran bareng RRI Pro3 –siaran rutin tiap Ahad. Kalo di Indo jam siarnya ya jam 14.00 WIB. Nah… saat menuju studio RPI itulah ada dua hal “lucu”.

Pertama, saya nyebrang Zebra Cross saat lampu hijau kedip-kedip mau merah. Eh, pas saya di tengah, tu lampu jadi merah. Jadi aja, saya “diteriakan” ama peserta yang tidak ikut nyebrang. Jadi weh… “malu aku malu, pada semut merah, yang berbaris di Hong Kong, menatapku curiga, seakan penuh tanya, ada apa di sini….?” (Obbie Messakh, Semut Merah).

Kedua, nah ini dia! Saya lihat barisan di depan saya masuk sebuah gedung. Saya pikir, itu Studio RPI. Saya pun mempersilakan semua peserta di belakang saya masuk ke sana. Tapi kok, barisan yang masuk, gak maju-maju ya…. “numpuk” di tangga! Lama kelamaan, saya ingat: “Studio RPI ‘kan di pintu masuk ada orang yang jaga, ada semacam front office gitu…” Oh, ternyata, salah kamar, salah ruangan! Haha… saya lagi-lagi dibuat “malu aku malu, pada semut merah….”

Ternyata studio RPI dua-tiga bangunan lagi! Heuh… aja aja ada. Tapi tunggu, kok saya yang disalahin? Itu yang duluan masuk ke sana siapa, hayo….? Saya ‘kan ngikut aja, cuma barisan di belakang saya lebih banyak…

Sekian dulu laporan dari Hong Kong. Saya –Romeltea– pamit mundur/ Romeltea off// Wassalamu’alaikum! ///

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s