Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam


PENULIS artikel keagamaan (Islam) atau media Islam lazimnya mengakhiri tulisan dengan kalimat Wallahu a’lam (artinya: “Dan Allah lebih tahu atau Yang Mahatahu/Maha Mengetahui). Sering ditambah dengan bish-shawabi, menjadi Wallahu a’lam bish-shawabi. (ash-shawâb = benar/sesuai. Jadi, wallahu a’lam bish shawab/shawabi artinya = Hanya Allah yang Mahatahu kebenarannya/kesesuaiannya…). SELENGKAPNYA

 

Advertisements

3 thoughts on “Hati-Hati Menuliskan Wallahu A’lam

  1. Sama-sama, silakan sebarkan, halal…. thx

  2. Assalamu’alaikum. Jazakallaah khair artikelnya. saya izin share boleh? agar lebih banyak yang tahu.. insya Allah saya cantumkan sumbernya. terimakasih

  3. Hatur nuhun pa Dosen.. seratannna ageung pisan manfa”atna…. Mudah-mudahan ku seratan bapa ieu, para penulis langkung ati-ati…

    Tiasa disebarkeun deui di blog simkuring teu… hehe 

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s