General

Cek ‘Catatan Amal’ Anda di Internet!


notesSEORANG kawan lama menelepon. Katanya, ia selalu mencari kabar tentang saya dan mengikuti perkembangan saya via internet. Sebagai contoh, begitu buku baru saya terbit, ia langsung tahu, apalagi ia bekerja di bidang perustakaan sebuah penerbitan ternama di Bandung.

Kawan saya bilang, alhamdulillah, tidak ada catatan peristiwa atau data di internet tentang diri saya yang buruk. Semuanya baik, misalnya soal saya menulis buku baru, menulis artikel baru, menjadi dosen dan instruktur pelatihan di mana, dan sebagainya.

Saya terkesan dengan ucapannya. “Bener nya Mel, internet mah kaya catatan amal kita. Kalo kita banyak amal, amal baik ataupun amal buruk, tercatat di internet,” ujarnya. “Jadi, kalo kita ingin melihat sejauhmana amal kita, juga popularitas kita, tinggal cari nama kita di search engine, google misalnya, langsung keluar semua berita atau data yang menyangkut nama kita.”

Kawan saya benar. Catatan amal kita di akhirat nanti, “prolog”-nya bisa dilihat di internet. Saya juga sering mencari data tentang saya di google, dengan menuliskan nama saya, mulai nama lengkap, singkatan, hingga nama panggilan dan “nama udara”. Tampillah berita, data, atau catatan peristiwa yang berkaitan dengan saya, baik sebagai pelaku utama maupun “figuran”. Dari situ pula saya bisa tahu betapa banyak posting tulisan saya yang disadur, dilink, di-copy paste, di-plagiat, bahkan “dibajak”.

Umumnya, ketika cari data tentang diri saya di internet, yang muncul mayoritas soal buku saya, makalah atau artikel yang saya tulis, dan kegiatan saya sebagai pembicara atau instruktur pelatihan komunikasi praktis. Tapi, untuk pencarian gambar di Google, jangan tulis “Romel” ya. Ada gambar “serem”! Tulis saja “Kang Romel” atau “Romeltea”.

Rasa bangga tentu ada, apalagi tidak ada data yang buruk tentang diri saya di internet, misalnya “terpidana…” atau “masuk daftar DPO” (ih, a’udzubillah….!). Data buruk tentang saya tentu banyak, minimal ada di tangan Malaikat Atid, sang pencatat amal buruk kita, atau teman-teman terdekat yang tahu rahasia kita atau siapa pun “korban keburukan” yang kita lakukan.

Nah, Anda yang ingin mencari “catatan amal” selama di dunia ini, coba deh ketik nama Anda di Google atau Yahoo, lalu akan tampil data tentang diri Anda. Jika tidak ada, mmmmmhh…. mungkin amal Anda masih sedikit, oh.. enggak, Anda jarang menulis di internet dan kurang publikasi aja kali ye…..!

Buku, artikel, dan kegiatan saya tercatat (terdokumentasi) di dunia maya sehingga seluruh dunia bisa tahu. Saya sering terheran-heran campur bangga, artikel saya tersebar di berbagai situs dan milis. Padahal, misalnya saya awalnya nulis di Republika, Pikiran Rakyat, atau di blog saya, lantas dikutip oleh banyak blogger atau user web untuk dimuat di milis atau blognya. Alhamdulillah, “dakwah” saya tersebar tuh…!

Ada juga yang menjengkelkan. Ketika saya lihat ada artikel mengenai “Demonologi Islam” di swaramuslim.net. Penulisnya bisa Anda lihat sendiri, seorang doktor, tapi isi tulisannya copy paste abis buku saya, “Demonologi Islam” terbitan Gema Insani Jakarta (2000). Sang doktor tidak mencantumkan sumber tulisannya, padahal kode etik menulis ‘kan harus menyebutkan sumber. Ini tidak sama sekali, seolah-olah seluruh isi tulisan itu ia yang bikin.

Belum lama saya juga kunjungi sebuah blog penyiar.  Masya Allah, posting saya tentang penyiaran radio di-copy paste ke blognya, 100% tanpa menyebutkan sumber atau nama saya!

Tapi saya ambil sisi positif, tidak juga menggungat, bahwa pemikiran saya, buku saya, diakui oleh banyak orang, termasuk sang doktor tadi. Lagi pula, “dakwah” saya tersebar jadinya ‘kan…?

Semoga saya, Anda juga, memiliki catatan amal yang baik-baik saja, baik di internet maupun (terutama) di akhirat kelak. Saran saya kepada diri sendiri dan kepada Anda, mari banyak menulis di internet, berdakwah via tulisan (da’wah bil qolam), update terus blog Anda, share hal yang baik-baik agar menjadi amal saleh. Amin! Wallahu a’lam. (www.romeltea.com).*

Advertisements

One thought on “Cek ‘Catatan Amal’ Anda di Internet!

  1. Menurut Kang Romel, apa sebabnya pembajakan konten marak di Internet? Saya lihat, tulisan-tulisan media massa cetak versi daring pun jarang mencantumkan sumber valid atau hanya menampilkan alamat laman/homepage, bukan halaman terkait, bahkan sekadar off-link yang tidak clickable. 🙂

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s