Benar Saja, Facebook Matikan Penulis!


facebookPREDIKSI dan kekhawatiran saya tentang “hidden agenda” Facebook yang saya tuangkan dalam posting “Waspadai Hidden Agenda Facebook” terbukti. Facebook mematikan penulis. Kompas.com (5/2) memberitakan, Facebook ternyata telah mengubah banyak hal. Tidak saja soal model pergaulan, tapi juga kegemaran para remaja untuk menulis. Selama tiga tahun terakhir, kecanduan remaja akan Facebook membuat minat untuk menulis jurnal atau blog turun.

Sebuah studi baru yang dirilis Pew Internet dan American Life pekan ini menunjukkan, hanya 14 persen dari remaja yang menggunakan internet mengatakan mereka terus menulis jurnal online atau blog. Angka ini turun hampir separo dibandingkan dengan puncaknya pada tahun 2006 yakni di kisaran 28 dan hanya 8 persen menggunakan Twitter.

“Itu sedikit mengejutkan, walaupun ada penjelasan soal teknologi tersebut,” kata peneliti Pew, Aaron Smith kepada Reuters. Survei dilakukan dengan mewawancarai 800 responden usia 12 sampai 17 tahun. Survei digelar dari Juni-September 2009.

Smith mengatakan, menurunnya tulisan-tulisan di blog karena terjadi ledakan pada situs jaringan sosial seperti Facebook yang menekankan pembaruan status pendek atas pribadi.

Menurut studi itu, 73 persen dari remaja yang sedang online menggunakan situs jejaring sosial. Dia juga mengutip banyak remaja melakukan hal itu dengan ponsel di mana-mana.  Komunikasi antara orang-orang muda terjadi pada perangkat ponsel, bukan lagi dalam bentuk tulisan yang panjang. “Itu agak menarik dalam arti remaja cenderung
menjadi pengadopsi awal, “kata Smith.

Menurut Pew, blogging di kalangan orang dewasa telah dilakukan sejak 2005, tetapi di kalangan pengguna internet antara usia dari 18 dan 29 tahun jumlahnya menurun, sementara bagi yang berusia 30 tahun cenderung naik. “Orang-orang tua menjadi lebih nyaman dengan lingkungan online, sementara anak-anak muda telah pindah ke jejaring sosial dan pesan teks,” kata Smith.

Jangan sampai deh, kekhawatiran saya yang lain, tertuang dalam posting berjudul “Facebook Bisa Akibatkan Stroke dan Pikun”, juga terbukti. Saya berharap, para Facebooker bisa menahan diri untuk tidak terlalu “keranjingan” FB. Selain punya akun FB, coba deh ngeblog dan fungsikan otak kiri.

Mari fungsikan FB sebagai medium silaturahmi sekaligus ajang promosi tulisan-tulisan kita di blog. Saya juga punya akun FB. Dua malah. Namun, saya tidak berhenti ngeblog, bahkan kini mengelola lebih dari lima blog (website) organisasi. Yuk, menulis… menuangkan ide dan gagasan, mengubah dunia dengan kata, merekam peristiwa, memotret fenomena, dan menjadi “penulis sejarah”. Kata Oscar Wilde:  “Anybody can make history. Only a great man can write it.” Let’s be Great Man dan da’wah bil qolam. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Artikel terkait:

2 thoughts on “Benar Saja, Facebook Matikan Penulis!

  1. Saya sependapat dengan apa yang Kang Romel paparkan. Facbeook bisa jadi bikin kita tidak sehat, tidak produktif, dan kreatif. Barangkali semua bisa berfaedah jika kita bisa mengaturnya, yang penting tidak lupa diri saja.

    Yang mulai suka dengan romelte.com,
    Firman Nugraha

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s