KISS: Keep It Simple Stupid!


keep-it-simple-stupid-kissAKRONIM ini sangat populer di kalangan wartawan dan penyiar. KISS, kependekan dari Keep It Simple and Short, merupakan pedoman umum penulisan naskah berita atau naskah siaran. Saat seorang penulis membuat naskah panjang dengan kalimat rumit dan panjang-panjang pula, maka prinsip itu menjadi “umpatan”: Keep It Simple, Stupid! Gunakan bahasa yang sederhana, stupid!

Naskah berita/siaran memang harus sederhana, mudah dipahami, karena audiens atau komunikan dipersepsikan heterogen dan mayoritas awam. Menggunakan bahasa yang lazim digunakan, populer, menjadi keniscayaan agar informasi yang disampaikan dipahami oleh pendengar/pembaca.

Short, pendek, adalah ciri utama bahasa media atau bahasa jurnalistik, tepatnya “hemat kata” (economy of words). Penghematan perlu dilakukan karana keterbatasan ruang/kolom dan waktu/durasi, namun informasi harus segera disampaikan, selengkap mungkin, dan segera dipahami.

Penghematan naskah berita/siaran dapat dilakukan dalam dua hal: kata dan kalimat. Penghematan kata dapat dilakukan dengan memilik kata yang lebih pendek, seperti lalu (kemudian), kurang lebih (sekitar), apabila (bila/jika), kini (sekarang), dan sebagainya. Carilah dan kuasai padanan kata, sinonim, untuk berhemat kata.

Penghematan dalam hal kalimat juga demikian, memilih kalimat yang lebih pendek, seperti “melakukan penipuan” (menipu), “melakukan penelitian” (meneliti), “mengalami kerugian” (merugi/rugi), dan sebagainya. Tentu, “mengalami pendarahan” tidak bisa dihemat menjadi “darah”.

Penghematan sulit dilakukan dalam tulisan sastra (cerpen, novel) atau karya jurnalistik bernuansa sastra: feature. Pasalnya, dalam karya sastra dan feature dituntut unsur “dramatisasi”. Tentu, lebih dramatis kata “menitikkan air mata” ketimbang “menangis”; “matanya berbinar-binar” (gembira), dan sebagainya.

Dalam bahasa apa pun, kata seorang pakar, kata, kalimat, dan tulisan pendek lebih mudah dipahami daripada kata, kalimat, dan tulisan panjang. Naskah panjang bahkan cenderung membuat orang “ogah” membacanya; belum juga baca udah ngerasa capek duluan!

WIKIPEDIA mencatat, prinsip KISS adalah akronim modern yang menekankan kesederhanaan (simplicity) dan menghindari kerumitan yang tidak perlu (unnecessary complexity). KISS juga dapat dipanjangkan menjadi “Keep It Short and Sweet”.

Prinsip KISS setara dengan ungkapan Albert Eisnstein: “Everything should be made as simple as possible, but no simpler”; Leonardo Da Vinci: “Simplicity is the ultimate sophistication”; atau Antoine de Saint Exupery: “It seems that perfection is reached not when there is nothing left to add, but when there is nothing left to take away”.

Untuk membuat naskah yang memenuhi kaidah KISS, tentu saja sang penulis mesti menguasai tata bahasa, termasuk bahasa jurnalistik. Kiss ah… eh, peace ah….! Wasalam.*

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s