Terima Kasih, Perantau Indonesia di Macao & Hongkong!


katirisantes-siaran-rpi4196548029_bf0ce01741_m

Luar biasa! Merantau selama 3 hari 4 malam ke Hongkong & Macao menorehkan kesan begitu indah. Awalnya tidak indah, malah nyaris tidak jadi berangkat, karena ternyata saya dan Kang Iwe (pemateri lain dalam Diklat Penyiar & Reporter Radio di Hongkong) harus mengurus sendiri “administrasi” di Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Macao. Disebut tidak indah, karena kami sama-sama belum berpengalaman ngurus sendiri naik pesawat. Saya memang terbilang “pengalaman” pergi ke luar negeri, bahkan pernah ngurus sendiri administradi di Bandara Heathrow, London, ketika harus “tertinggal” rombongan dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Namun, selama ini saya selalu pergi ke luar negeri bersama rombongan, segala urusan diatur oleh travel atau pimpinan rombongan sehingga saya tinggal “gek” duduk di kursi pesawat.

Alhamdulillah, kami mendapat “training” singkat bagaimana ngurus sendiri masalah administratif, mulai check in hingga ngurus tiket dan fiskal. Itu namanya “blessing in disguise” kali ya….

Segitu dulu ceritanya. Mo istirahat karena besok harus tampil pertama di Diklat itu. Have a nice sleep. (Hongkong, 19 Desember 2009, 12:22 pm).

Update 1

Saya sangat berterimakasih kepada “promotor” dan “manajer” saya, Bambang S. Soedjadi (Balisdjadi) yang “mengakui”kompetensi saya di bidang jurnalistik dan broadcasting sehingga mengundang saya menjadi pemateri diklat penyiar & reporter radio di komunitas perantau Indonesia di Hongkong.

Saya kenal dia belum lama, namun kami “cepat akrab” karena kesamaan visi-misi di bidang pengembangan media, khususnya media dakwah. Dia pula penggagas Radio Perantau Indonesia plus situs dan majalahnya. Balisdjadi and the gank nyiapin “wadah”, saya dipercaya ngurus “isi”. Klop dah!

Terima kasih kedua saya ucapkan kepada GM Dompet Dhuafa Hongkong, Ust. Abdul Ghofur dkk. di komunitas perantau Indonesia di Macao dan Hongkong. Kenapa Macao karena kami terbang dari Jakarta, menumpang pesawat Viva Macao Airlines, tdk langsung ke Hongkong,tapi ke Macao dulu lalu nyebrang ke  Hongkong dengan fery JumboJet Macao.

Terima kasih banget kepada Majelis Taklim Indonesia Macao (MATIM) pimpinan Ibu Indrawati (Iin). Tim akhwat dari MATIM yang menjemput kami di Bandara Macao, mengantar kami ke penginapan Vila Costa. Mbak Erna dan Dewi, rela berdingin ria menunggu kami di Bandara jam 2 dinihari! Jazakumullah, Mbak-Mbak…

Begitu sampai di penginapan, anggota “Corps Akhwat” lain –Sutiningsih, Sona, dan Yuni, datang membawa makanan dan minuman buat kami. Pagi hari, kiriman makanan kembali datang.

Saat kami hendak “nyebrang” ke Hongkong (HK) dengan kapal ferry, TurboJet, kami diantar Mbak Yuni dan Mbak Siti Nujanah, juga dari MATIM.  Tiba di pelabuhan HK, Mbak Wahyu –perantau Indonesia di HK,telah siap menjemput dan mengantar kami ke kantor DD HK.

Selama di penginapan, “Guest House” DD HK,kami diperlakukan sangat baik. Ust. Ghofur and the gank memperlakukan kami sebagaimana anjuran Rasulullah Saw –-falyukrim dhoifah,  muliakanlah tamu. Kami tidak khawatir soal makan-minum, tidur, mandi, de el el. Bahkan, saya merasa kami terlalu sering dijamu makan, baik di kantor DD maupun di luar, a.l. di Toko Peri (Perantau Indonesia) di North Point HK yang dikelola perantau Indonesia bersama DD HK dan Bung Balisdjadi.

Hebatnya lagi, puluhan kompter lengkap dengan koneksi internet, siap saya gunakan kapan saja, di ruangan mana saja, termasuk di kamar tidur. Mantap bana….! Jadi betah bangedh deh di HK… Gak mau pulang! Nyaris lupa semua kekisruhan kasus Bank Century dan Prita di tanah air. Lupa keluarga? Kagak dong! Lagi-lagi, kami disediakan kartu telp khusus untuk bertlp ria dengan keluarga di tanah air. Wuih… Subhanallah walhamdulillah wa jazakumullah khoiron.

Update ini saya buat jam 7.45 am. Cuaca dingin banget, 10 derajat. Belum mandi neeh. Ok, segitu dulu, saya siap2 mandi dan meluncur menuju “puncak acara”, diklat penyiar & reporter radio di Gedung Communication Art Center HK. (to be continued).

Update 2

Pelatihan berjalan lancar. Peserta antusias, mudah-mudahan presentasi saya memenuhi harapan mereka, meski saya merasa masih sangat kekurangan waktu dan merasa belum puas share ilmu dan pengalaman saya yang tidak seberapa soal broadcasting dan journalism… Lagi pula, penyakit saya gak ilang2 kalo lagi ngasih materi:  banyakan nyanyi!

Usai diklat, ada “bad news”: saya harus segera siap2 nyebrang ke Macao lalu terbang pada pagi harinya ke Jakarta. Maksud hati ingin lebih lama di Hongkong, apa daya tiket Viva Macao Airlines udah di-booking.

Mbak Dewi antar saya ke Macao. Sebelum lelap di penginapan Vila Costa, mampir dulu ke Shelter MATIM. Subhanallah, walhamdulillah, wajazakumullah… sambutan perantau Indonesia di Shelter MATIM luar biasa! Nasgor hangat –sehangat sambutan penghuni Shelter– tersaji begitu kami tiba di sana. Mbak Dewi Amilin yang kedua matanya udah satu watt karena kelelahan, masih semangat mengantar saya jam 01.30 dinihari ke penginapan. Syukron, ukhti… jazakillah khairan.

Jam 4 am alarm berbunyi, bangun, mandi, shubuh, siap2 ke Bandara Macao MFM. Usai mandi, tibalah Mbak Yani dan Mbak Tina mengantar sarapan mie goreng wuenak tenan…. (pinjem istilah Mbak Nasya yg katanya suka nangis kalo digodain) juga ngantar saya ke bandara. Beres sarapan, meluncur ke Bandara, cek in, boarding, and fly….ke Jakarta. Cipaganti Travil layanan door to door mengantarku ke rumah di Gedebage Bandung. Alhamdulillah… capek yang begitu berkesan.

Catatan saya tentang Diklat dan Shelter MATIM dapat Anda simak di kolom saya di warnaislam.com, belum sibuat sih, besok deh, insya Allah.

Akhirulkalam, seperti judul posting ini, terima kasih perantau Indonesia di Macao dan Hongkong! You””re GREAT people! Hanya Allah Maha Pembalas Kebaikan, Jazakumullah khairon. Amin! Semoga ada diklat lagi, saya sangat kangen kembali ke sana…. (Ngarep boleh kan?). Mohon maaf jika saya merepotkan dan mengecewakan.  Ustadz Abdul Ghofur, sang tuan rumah/GM DD HK, jazakallah tadz… Juga buat Mr.Balisjadi, Kang Iwe, Bu Iin, Dewi, Mbak Wahyu, ah… semuanya pokoe… Titip “anak-istri saya” tuh yang foto bareng usai diklat, hehe… Baru tiga hari di HK udah punya bini dan anak, aja-aja ada ya… Wasalam.*

hkhk1hk2

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s