Bahasa Jurnalistik

Jangan Anggap Sepele Tata Bahasa!


DIKISAHKAN, Umar bin Khathab pernah menganjurkan Abu Musa Al-Asy’ari agar mencambuk juru tulisnya karena melakukan kesalahan dalam menulis kata “min Abu…” (seharusnya “min Abi…” sesuai dengan kaidah tata bahasa Arab). Khalifah Umar juga pernah memarahi sekelompok orang yang sedang belajar memanah karena mengucapkan “Inna Qoumun muta’allimin” (seharusnya  “…muta’allimun”).  MORE

Advertisements

6 thoughts on “Jangan Anggap Sepele Tata Bahasa!

  1. Buat Bung inung, soal penggunaan kata “sementara itu” sudah saya kupas juga di blog ini. Silakan “search”… Intinya, kata “sementara itu” tidak usah digunakan karena tidak bermakna apa-apa. Kata “sedangkan” termasuk kata sambung, maka tidak boleh ada di depan kalimat, harus di tengah kalimat yang disambungkannya. Misalnya, “Presiden berkunjung ke Bandung sedangkan Wakil Presiden meresmikan….”

  2. Bahasa adalah alat komunikasi nomor satu!

    Jadi kalau manusia ingin berhubungan dengan manusia lain, maka harus mengerti bahasa.

    Jika bahasa sudah rancu, rusak, dan tidak beraturan (kebanyakan disingkat dan disalahkaprahkan) maka suatu saat manusia akan sulit berkomunikasi satu sama lain.

    Bagaimana bisa rusak? Karena malas, bodoh, dan tidak cinta bahasa.

    Aku dukung judul posting ini!!! Kang Romeltea, mohon moderasi kalau ada salah ketik.

    😉

  3. Para pejabat dan orang-orang terkenal di negeri ini pun harus ”dipaksa” menggunakan bahasa Indonesia yang benar agar kesalahkaprahan tidak semakin merajalela

  4. Kang Romel

    Penggunaan ‘sementara itu’ tidak tepat dan biasanya kata itu digunakan untuk menyambung kalimat: Sementara itu, Agus Pakpahani juga akan membangun galangan kapal…. Nah, bagaimana sebaiknya kita menyambung kalimat?

    Oya, apakah penggunaan ‘sedangkan’ juga salah atau boleh dipakai? Misalnya: Sedangkan di Jawa Barat juga dilakukan operasi …

    Trims

    Inung di Kebayoran baru, Jakarta

  5. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Wah..saya jadi teringat hal yang sama juga sering Jaya Suprana sampaikan di salah satu rubik kelirumologi di majalah Intisari..

    Bahasa memang punya kekuatan tersendiri, lebih tajam dari pedang!

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s