Sentimen Anti-Malaysia Pun Merebak


mano“ganyang malaysia…!!!! malaysia anti HAM…!!!”

“MANOHARA hanyalah kes kecil, TKI disiksa oleh tuang/puan kaya di Malaysia adalah kes besar. juga penerobosan kapal perang Malaysia di Ambalat. Kami siap perang seperti Bung Karno dulu mencanangkan di tahun 1965 …”

“MALAYSIA BOBROK…….NO HAM….OH MY GOD”

“malaysia negara BANCI yang hanya berani sama perempuan..Malaysia is Trully Bangsa Tidak beradab..”

“bangsa malaysia adalah contoh bangsa yang sombong. ingat roda selalu berputar jangan lah sombong saat kau diatas. nanti kau jatuh dengan sangat menyakitkan. bukan hanya kasus manohara, bangsa merasa benar. banyak kasus lain seperti kasut visit malay, ambalat, sipadan ligitan, kekerasan terhadap TKI. bangsa malay selalu merasa benar terhadap bangsa indonesia.
ingat wahai engkau malay. amerika saja bisa bangkrut. apalagi kalian wahai malay. aku hanya bisa berdoa semoga kalian diberikan AZAB yang sesuai dari yang maha kuasa.”

”dan wahai engkau malay. jadilah bangsa bijak, dan hargailah saudara tuamu ini. bila kalian terus merendahkan kami. hati-hati”

“GANYANG MALING SIA !!! (eh MALAYSIA).
Terang bulan terang dikali, itu lagu bajakan dari Indonesia jadi lagu Kebangsaan Maling sia. Tidak malu, tidak tahu diri, dasar maling bejad.”

Itulah sebagian dari 297 lebih komentar atas tulisan “Tuduhan yang JAHAT” (Link: http://toughlane.blogspot.com/2009/06/tuduhan-yang-jahat.html) di blog tanpa identitas, toughlane.blogspot.com. Isi tulisan, intinya membantah semua pengakuan Manohara yang dalam dua hari terakhir terus diekspose media kita, utamanya televisi. Blogger “siluman” itu jelas berpihak kepada suami Manohara, Teungku M. Fachry (putra mahkota Kerajaaan Kelantan Malaysia). Ia bela habis-habisan Fachry dan bantah habis-habisan yang diekspose Manohara.

Kita melihat, sentimen anti-Malaysia terungkit kembali. Kebetulan, dalam pekan kemarin, kasus lain juga membangkitkan nasionalisme Indonesia, yaitu pelanggaran wilayah oleh kapal Malaysia di Ambalat milik. TNI AL mengusir kapal negeri jiran.

Manohara seakan membuka luka lama, sekaligus menumbuhkan luka baru, di dada bangsa Indonesia. Betapa bangsa Indonesia, kesannya, dianggap remeh, rendah, inferior, bahkan “budak” oleh Malaysia. Penyebabnya, utamanya, karena banyak TKI yang bekerja di Malaysia.
Saya punya cerita, sekaligus merasakan, betapa orang Malaysia, paling tidak “oknum” bangsa Malaysia, memandang rendah bangsa Indonesia. Beberapa tahun lalu, saya turut serta dalam sebuah delegasi wartawan Jawa Barat yang berkunjung ke Kualalumpur. Ada dua cerita.

Pertama, dua rekan wartawan, malam hari sebelum istirahat di penginapan, coba main ke sebuah pub. Begitu masuk, apa kata penjaga pub? “Indonesia? Hmm… Indonesia No Money! Indonesia No Money!” katanya, bernada melecehkan sekaligus “mengusir”.

Rekan kami pun tersinggung, lalu menggebrak meja front office. “Kami ini tamu kementerian! Pub ini mau dijual, saya beli sekarang juga!” Dengan nada tinggi, kawan kami itu “nyemprot” sang penjaga pub. Apa yang terjadi. Kata kawan kami, sang penjaga langsung minta maaf. Kisah berikutnya, kawan kami gak jadi masuk pub di Kualalumpur itu.

Kedia, kami berkesempatan kunjungi Genting Highland. Itu tuh, lokalisasi judi yang nun jauh di pinggiran Kualalumpur. Kaya di Puncak gitu deh. Untuk masuk tempat judeng, harus pake jas. Kalo tidak, disediakan sewaan batik, waktu itu tiga ringgit. Sebelum masuk, saya iseng tanya ke petugas di sana. “Ada orang Indonesia ‘gak yang bekerja di sini?”

Serta-merta, sang penjaga langsung menjawab, “Ow… ada, banyak, itu di sana…!”, sambil menunjuk beberapa orang yang tengah membersihkan taman, menyapu halaman, alias para Cleaning Service. Saya lupa, apa reaksi saya waktu itu. Seingat saya, saya mengumpat dengan bahasa Sunda yang tidak dimengerti sang penjaga.

Saudara-saudara sekalian, jangan terlalu salahkan orang Malaysia jika sebagian dari mereka, katakanlah “oknum”, memandang rendah bangsa Indoensia. Pertama, karena TKI banyak sekali di sana, menjadi buruh rendahan, sehingga menimbulkan kesan Indonesia sebagai “bangsa kuli” di mata Malaysia. Kedua, pemerintah kita kurang, bahkan tidak tegas, terkesan “takut”, berhadapan dengan Malaysia. Lihat, Sipadan-Ligitan lepas. Ambalat pun dalam ancaman.

Orang Malaysia di Bandung (Indonesia) banyak yang heran, tanya, kenapa negeri Indonesia yang subur, makmur, luas, kaya, tapi banyak yang menjadi TKI? Banyak disiksa pula! Jawablah, wahai sang capres-cawapres!!

Maka, pilihkan Cepres yang siap bela WIN di mana pun! Juga tegakkan harga diri bangsa di mata dunia, termasuk di mata para negara tetangga yang selama ini mandang remeh Indonesia!

Manohara, hanya sebuah kisah. Kisah serupa, tak kalah tragis, mungkin masih banyak. Mano pun bertekad membela Mano-Mano lain di negeri jiran itu, seperti pengakuannya di televisi.

Satu lagi. Saya pengagum Kelantan. Penyebabnya, di sanalah satu-satunya partai oposisi sekaligus partai Islam menang dan berkuasa: PAS (Partai Al-Islam Se-Malaysia). Nik Mat Aziz Nik Mat, pemimpin PAS sekaligus ulama Kelantan, sangat disegani kawan-lawan politik. Ia sosok kharismatis, saleh, bersahaja, sederhana –setidaknya, itulah kesan kawan saya yang pernah bertemu langsung dengan Nik Aziz. Saya pun masih menyimpan buku-buku Nik Aziz.

Kasus Mano, meski membuat saya “marah”, tidak membuat saya membuang bendera kecil Kelantan yang dulu saya beli di Kualalumpur. Kerajaan Kelantan beda dengan PAS, apalagi dengan Nik Aziz. Kasus Mano juga, meski membuat “nasionalisme” saya “terbakar”, tidak menghentikan saya untuk menikmati lagu Siti Nurhaliza.

Oh iya, bayangkan, jiak Mano punya anak dari Fachry, sang anak pun akan menjadi putra mahkota Kerajaan Kelantan, bukan? Relakah mereka… memiliki generasi penerus berdarah Indonesia…? Wallahu a’lam.*

6 thoughts on “Sentimen Anti-Malaysia Pun Merebak

  1. kamu orng byk yang keja cni pun xda permit yang sah …jglah mengacau tempat kedutaan kami..usah dibesar- besarkan pekara ini.ckit2 mau demotrasi …memang gitu ya budaya sana..

  2. Malaysia itu sudah tidak tau diri memang bener2 brengsek. Ayo kita maju serentak ganyang malaysia… MALINGSYA BUSUK. Sudah mencuri produk2 indonesia, merebut ambalat, mau merebut wilayah INDONESIA yg lainnya, berani-beraninya menyiksa orang INDONESIA, terkhir e bikin ulah lagi menangkap keamanan kedaulatan kita. Banyak tu kesalahan MALINGSYA di negara kita bro, Sapa yg mengebom yang meracuni otak orang2 INDONESIA dengan dalih JIHAD, Jihad apa macam itu jihad taek tu… Terorisnya dokter azhari, nurdin m top, bahkan abu bakar basyir tu orang malaysia juga bro. semua itu suruhan KERAJAAN MALINGSYA YG PECUNDANG.

  3. semua kembali ke jaman dulu lagi,di era bung karno.makanya percuma baik sama malaysia.mereka itu saudara palsu,anak haram inggris.mereka tersenyum tapi sebenarnya hatinya busuk.satu tangan bersalaman satunya lagi dibelakang membawa kebejatannya,kata teman wanita malayku,pria2 malay suka berpura2,munafik dan nggak bisa dipercaya.selamanya mereka adalah musuh abadi kita,yahudi asia=malingsia.kita nggak usah punya hubungan apapun sama mereka,tki pulangin aja semua,kita bakar hutan kalimantan dan sumatra biar mereka megap2 dan sesak nafas.pokoknya nggak ada kata kompromi sama negara busuk itu,kita rampas kembali sipadan ligitan setelah mereka bangun.sweeping dan usir keluar semua orang malaysia di indonesia dan hajar sampai babak belur mereka supaya malingsia tahu luka saudara kita dimanapun berada adalah luka kita juga.hidup indonesia tercinta !!!!!!

  4. HERAN………….!!!
    KENAPA KITA MEMBELI PRODUK BUATAN MALAYSIA, YANG NEGARA TERSEBUT JUSTRU MELARANG PRODUK DARI NEGARA KITA, MELAKUKAN KEJAHATAN SEPERTI MENGUSIR, MENYIKSA, DAN MEMBUNUH BANGSA KITA, SERTA MENCURI BUDAYA, KEKAYAAN ALAM, BAHKAN WILAYAH NEGARA KITA?

    INGAT..!!!
    PRODUK TERSEBUT DI PRODUKSI JUGA OLEH NEGARA LAIN DENGAN KUALITAS DAN TEKNOLOGI LEBIH MAJU..!!!

  5. iahhh!!stujuu!!!apa ituu maling siaa..maling” mlu..sia”..
    mereka tu kq branii bgt a ma indo??scara..indo tuu ngara yg kaya akan..???????etc…
    tp,,geloo..mreka knapa gq da prasaan gtoo??kita BANGSA INDONESIA,AKAN TRUS MENDUKUNG NEGARA KITA!!
    SBY!Lanjutkan!

  6. tulisan yang tuan buat,,,mewakili pearasaan saya selama ini,,,,,apa seh penyebabnya malaysia melecehkan indonesia?????? saya pribadi orang yang melecehkan negeri maling sia itu,,,,,lihat dunk dari bentuk fisik aja,,,orang maling sia itu keturunan pembantu,,,hahahha,,,,stuju kang romel….pilih capres dan cawapres yang bisa mengankat harkat dan martanart indonesia….atau indonesia tunggu saya,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! malaysia istigfarrrrrrrrr????? kalau tidak bisa saya ajarkan………………….andirevo

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s