‘Tiga P’ Kunci Sukses Presentasi


SERINGKALI kita merasa gugup, nerveous, atau kurang percaya diri saat akan melakukan presentasi atau berbicara di depan orang banyak (public speaking). Menurut para ahli, ketakutan atau “demam panggung” demikian dapat diatasi secara efektif oleh tiga P: Planning, Preparation, Practice (Perencanaan, Persiapan, Latihan). Ingat ya… Tiga P, buka P Tiga (dikira parpol lagi….).

Maka, senantiasalah kita luangkan waktu untuk ketiga aktivitas itu. Dengan formula “Tiga P” itu itulah kita benar-benar membangun rasa percaya diri dan siap tampil mengesankan dalam presentasi. Kita rencanakan, persiapkan, dan latih betul APA yang akan atau harus dikatakan (what to say) dan BAGAIMANA mengatakannya (how to say it). Persiapan merupakan setengah pertempuran untuk mengatasi rasa takut atau gugup.

Some of the fear experienced when we have to speak in public can be overcome by following the three Ps: Planning, Preparation, Practice. Time spent on these activities means that you are really thinking through the whole process – from what to say, to how to say it. Being prepared is half the battle to overcoming anxiety.

PLANNING

Persiapan hal mutlak dalam melakukan apa pun, termasuk presentasi. Ada pepatah: siapa yang tidak melakukan persiapan berarti ia bersiap-siap gagal. Who doesn’t prepare he prepares to fail!

Persiapan mencakup menegaskan tujuan presentasi sekaligus menyiapkan pesan atau informasi yang akan disampaikan. Penguasaan materi bisa dilakukan dengan cara menghapalnya, membuat outline atau garis besar materi, makalah, atau menggunakan alat bantu visual, seperti OHP atau infokus.

This involves setting your objectives; considering the purpose of your presentation and the message you are trying to get across to your audience.

Cari tahu siapa audiens kita atau siapa saja hadirin. Kenali mereka. Berapa jumlahnya dan di mana posisi mereka? Apa latar belakang keilmuan mereka? Apa yang mereka harapkan dari presentasi kita?

Know your audience: How many will you be speaking to? Why will they be there? What is their prior knowledge? What are their expectations?

Tuangkan gagasan kita pada sehelai kertas, lalu seleksi dan susun sistematika atau urutan penyampaiannya. Brainstorm to get your ideas down on paper and then select and order the points you want to make.

Perhatikan waktu yang kita miliki dan atur materi agar tersampaikan secara efektif dalam waktu yang dialokasikan panitia untuk kita. Ingat, kata para ahli, kian sedikit dan fokus materi kita, makin efektif presentasi kita.  Consider the time you have been allotted and how much you can reasonably say in that time.

Susun susunan materi presentasi. Lazimnya terdiri dari pembukaan, pemaparan, dan kesimpulan. “Katakan apa yang akan Anda sampaikan kepada mereka; ceritakan; dan ungkapkan lagi!”

Decide how you are going to structure your presentation. Basically you need an introduction, a middle and a conclusion. (This is often referred to as, ‘Tell them what you’re going to tell them; tell them; then tell them again.’)

Pada menit pertama, saat presentasi, tugas kita adalah menarik perhatian audiens. Kesan pertama berbicara harus “menggoda”, selanjutnya mereka harus “tergoda”. Persiapkan kata-kata pembuka yang mengesankan atau menarik.

The first four minutes are the time when you are likely to have the attention of your audience, it is important to make an impact with your introduction.

Buatlah catatan: kecuali kita menyampaikan materi dengan cara membaca naskah (reading speech). Make your notes: Unless you are reading a speech/paper, your notes should consist of key words and phrases. Just enough to jog your memory and remind you of points you want to make. You can use cue cards, mind maps or ordinary notes on paper depending on your preference, but make them stand out.

PREPARATION
Persiapkan alat bantu visual apa saja yang akan kita gunakan. Prepare any visual aids you want to use. These can be transparencies for an overhead projector (OHP), slides, flip chart or black/white board.

Pastikan peralatanyang kita butuhkan tersedia dan kita biasa menggunakannya. Make sure any equipment you need is available and that you are familiar with it.
PRACTICE
Jangan ragu, latihlah presentasi kita, dengan suara keras, di kamar, depan cermin, di depan kawan dekat, atau siap saja yang bisa memberi masukan. Practice your presentation out loud, either on your own or in front of friends who will give you helpful feedback.

Jika perlu, gunakan tape recorder agar kita bisa mendengar macam apa suara kita saat presentasi. Apakah nada bicara kita tidak variatif alias monoton? Poin penting mana yang bisa diberi penakanan saat menyampaikannya? Seberapa terasa antusiasme presentasi kita?

Use a tape recorder so you can listen to yourself. This will identify: how much you vary the tone of your voice; any points you might want to emphasise; and the amount of enthusiasm you communicate.

You could practice in front of a mirror to identify any mannerisms or gestures you might want to change. Not everyone advocates doing this, for the simple reason that you will be giving your talk to other people not to yourself.

Jangan lupa, smile! Latihlah senyum kita. Dengan senyum saat presentasi, kita menyampaikan pesan kepada hadirin bahwa kita senang berbicara di depan mereka. Ini akan membuat hadirin merasa nyaman dan akan terjadi “jalinan” antara kita, speaker, dengan hadirin.

Practice smiling.
By smiling you are conveying the message that you are pleased to be speaking to your audience. This makes them feel more comfortable, which in turn affects how you relate to your audience.
(NB: Sengaja saya sertakan teks aslinya, selain Inggris saya tidak begitu bagus, juga saya kesulitan melacak sumbernya; judul asli “Effective Presentations”. Udah lama banget sih… ).*

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s