Bandung Islamic Book Fair 2009 Gelar Festival Nasyid


Memeriahkan acara Bandung Islamic Book Fair 2009 di Landmar Convention Hall Jln. Braga 129 Bandung, panitia pameran menggelar Festival Nasyid se-Jawa Barat sejak hari pertama sampai hari terakhir pameran ( 7-11 Mei 2009). Saya dipercaya menjadi salah seorang jurinya. Penunjukkan saya mungkin karena saya pernah menjadi host acara nasyid selama 7 tahun di Radio Antassalam Bandung (2000-2007) dan menulis buku Kembalikan Nasyid pada Khittahnya (Nuansa Bandung, 2007).

Ketentuan Umum

  1. Pelaksanaan Acara dilaksanakan selama enam hari mulai tanggal 7- 12 Mei 2009 mulai pukul 18.30 – 21.00 WIB bertempat di Landmark convention hall Jl.Braga 129 Bandung.
  2. Hari Pertama sampai Hari kelima ( 7-11 Mei 2009 ) merupakan babak penyisihan.
  3. Dalam babak penyisihan, setiap hari akan dipilih satu group terbaik untuk mengikuti babak Grand final.
  4. Hari ke enam, 12 Mei 2009, merupakan Babak penentuan (Grand Final) dan akan dipilih Juara 1, juara 2 dan juara 3 berdasarkan keputusan dewan juri.
  5. keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  6. Dewan juri terdiri dari Asep Syamsul M. Romli (Kang Romel), Dr. Amir Machmud (Star Five), dan Agus Mupla.

Ketentuan Peserta

  1. Peserta Adalah group berasal dari instansi, sekolah, pasantren dan umum
  2. Jenis musik pengiring bebas (membawa sendiri)/Acapella
  3. Peserta melantunkan salahsatu judul lagu wajib pilihan dan satu judul lagu bebas.
  4. Lagu wajib pilihan adalah ”Do’a Aku” (Hadad Alwi), ”Sepohon Kayu” (Saujana), dan ”I’tiraf” (Raihan), ”Menjadi Diriku” (Edcoustic) dan ”Kembali” (Tashiru), ”Neo Shalawat” (Snada), dan ”Tidak Seindah Sentuhan Mata” (The Fikr)
  5. Jumlah Peserta dibatasi yaitu sebanyak 25 group, dan akan ditampilkan sebanyak 5 group perhari, dan Jadwal tampil peserta akan ditentukan pada saat technical meeting.
  6. Peserta yang sudah terdaftar kemudian pada waktu yang ditentukan ternyata tidak hadir, maka dianggap gugur dan uang pendaftaran tidak dapat dikembalikan.

Pemenang dan Hadiah

  1. Pemenang dipilih Juara 1,2 dan 3
  2. Masing-masing Pemenang akan mendapatkan Hadiah Berupa Trophi, sertifikat dan Uang Pembinaan.

Pendaftaran

  1. Setiap Peserta Mendaftar kepada Panitia dengan membayar Uang pendaftaran sebesar Rp.75.000,00
  2. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 – 20 April 2009 bertempat di sekretariat IKAPI Jawa Barat Jl. Ibu Inggit Garnasih No.30 C Bandung. Telp/Fax 022 5224572
  3. Apabila Jumlah Peserta sudah mencapai 25 tim, maka Pendaftaran akan ditutup.
  4. Technical meeting akan dilaksanakan pada hari Rabu, 22 April 2009, Pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB, di Restoran Royal Siam, Jl. Braga 129, Bandung.

Keterangan lebih lengkap hubungi Sekretariat IKAPI JABAR atau Adi (081 221 276 926)

SAYA sangat senang, menyambut gembira, acara tersebut, bukan semata karena saya dipercaya sebagai salah seorang jurinya, tapi lebih dari itu, saya berharap festival itu menjadi salah satu momentum kebangkitan kembali musik nasyid di Bandung khususnya dan indonesia pada umumnya.

Saya merasa –mungkin karena tidak lagi menjadi penyiar nasyid sehingga “ketinggalan info”– popularitas nasyid menuru drastis akhir-akhir ini. Ada yang bilang, popularitas nasyid itu menurun seiring dengan “anjloknya” popularitas Aa Gym yang memang sangat berjasa mendongkrak popularitas musik Islami ini. Namun bagi saya, menurunnya popularitas nasyid lebih disebabkan “kesalahan” para munsyid sendiri yang tidak istikomah di jalur “khittah” nasyid sebagai musik dakwah.

Kecemasan saya soal Nasyid sudah saya tuangkan dalam buku Kembalikan Nasyid pada Khittahnya (2007), saat saya mulai merasakan ada sejumlah penyimpangan di kalangan munsyid. Penyimpangan itu utamanya  terjadi pada tema dan motivasi munsyid. Pada tema, saat “booming”, nasyid justru banyak yang memilih tema-tema cinta-asmara yang berisi pujian terhadap kaum wanita layaknya lirik masa jahiliyah. Sebagai contoh, Nantikanku di Batas Waktu (edCoustic), Teman Sejati (Raihan), Adalah Engkau (Sesmik), atau… coba simak lirik nasyid berikut:

Kasih Kekasih
Munsyid : In-Team
http://liriknasyid.com

Tak Perlu Aku Ragui
Sucinya Cinta Yang Kau Beri
Kita Saling Kasih Mengasihi
Dengan Setulus Hati

Ayah Ibu Merestui
Menyarung Cincin Di Jari
Dengan Rahmat Dari Ilahi
Cinta Kita Pun Bersemi

Sebelum Diijabkabulkan
Syariat Tetap Membataskan
Pelajari Ilmu Rumahtangga
Agar Kita Lebih Bersedia
Menuju Hari Yang Bahgia

Kau Tahu Ku Merinduimu
Ku Tahu Kau Menyintaiku…Oh…Kasih
Bersabarlah Sayang
Saat Indah Kan Menjelma Jua
Kita Akan Disatukan
Dengan Ikatan Pernikahan…Oh..Kasih

Di Sana Kita Bina
Tugu Cinta Mahligai Bahagia
Semoga Cinta Kita
Di Dalam Redha Ilahi
Berdoalah Selalu
Moga Jodoh Berpanjangan

Benar, masih ada nuansa Islami pada tema cinta-asmara tersebut, namun –seperti diakui para pendengar acara nasyid saya dulu– lirik bertema cinta-asmara itu justru mencipta khayalan sosok wanita di benak pendengar. Pada hal motivasi, munsyid tergoda untuk menjadi selebritis, layaknya artis penyanyi pop.

Khittah nasyid, menurut saya, adalah senandung para mujahid untuk berhibur diri di tengah ketegangan dan kepenatan berjuang fi sabilillah, sebagaimana ditunjukkan para sahabat Rasulullah. Bahkan, dalam sejumlah peperangan, Rasul memuji sabahat yang bersenandung –tentu liriknya berisi motivasi jihad fi sabililah dan kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya. Dalam sejarah, tercatat “Shalawat Badr” –dilantunkan penduduk Yatsrib/Madinah saat menyambut Nabi Saw– sebagai nasyid pertama dalam Islam. Lirik nasyid mestinya hanya mengingatkan kita pada Allah, Rasul-Nya, amal kita, akhirat, kewajiban berdakwah dan jihad, kenikmatan sorga, bukannya cinta-asmara!

Jenis nasyid saya bagi dua, nasyid haroki dan nasyid sufistik. Haroki berisi lirik tentang dakwah dan jihad fi sabilillah. Sufistik berisikan kecintaan, puja-puji, kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ketika panitia festival “konsultasi” soal lagu pilihan bagi peserta, saya pun menawarkan tiga judul alternatif sebagai upaya mengembalikan masa jaya nasyid, yakni Doa Aku (Hadad Alwi) yang instrumentalianya jadi “backsound” acara nasyid saya dulu, lalu I’tiraf (Raihan), dan Sepohon Kayu (Saujana).

Sepohon kayu daunnya rimbun…
lebat bunganya serta buahnya
walaupun hidup 1000 tahun
kalau tak sembahnyang apa gunanya
walaupun hidup seribu tahun
kalau tak sembahnyang apa gunanya

Wahai munsyid, bangkit…! Dakwahkah Islam dan… Do NOT try to be celebrity! Ingat, Anda adalah da’i, bukan selebtitas… Wasalam.  (www.romeltea.com).***

3 thoughts on “Bandung Islamic Book Fair 2009 Gelar Festival Nasyid

  1. kang romel, terimakasih atas saran2 antum waktu lamda nampil!, lain kali kita boleh minta tolong lagi ya! kita lagi berbenah kang…

  2. .As..
    Kita dari tim nasyid ghiroh dri garut.pendaftaran masiii dibuka gag?
    klo ada acara nasyid lagi tolong kasii tau..tq.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s