Pilih Gambar Parpol Aja Ah…


romeltea2PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan suara terbanyak sebagai penentu caleg terpilih merupakan “musibah” bagi pembeli nomor urut. Jual-beli nomor urut, jika ada, sudah tidak berlaku dan membuat menyesal sang pembeli. Mungkin, ia sudah menagih uangnya dikembalikan, tapi mana bisa?

Saya kok merasa gembira ya dengan putusan MK itu. Saya rasa, suara terbanyak memang lebih fair. Nanti, hanya figur populer, dikenal rakyat, dekat dengan rakyat, yang terpilih. Caleg yang mengandalkan popularitas parpol, seperti selama ini terjadi, bakal banyak yang gigit jari. Apalagi jika nanti banyak pemilih yang hanya mencoblos tanda gambar parpol, suaranya ‘kan hanya berlaku untuk parpol, dalam penentuan parliamentary threshold (PT).

Selama ini, banyak orang yang “ketiban rezeki”, terpilih menjadi dewan, hanya karena popularitas parpol yang mengusungnya. Padahal, sang caleg tidak dikenal rakyat. Rakyat juga tidak mengenalnya. Rakyat “tidak sengaja” memilih dia, karena rakyat “sembarang nyoblos” saja dengan niat mendukung capres dari parpol tersebut.

Nah, dalam Pemilu 2009 sekarang, rakyat tidak usah bingung. Daripada Anda memilih kucing dalam karung, mendukung caleg yang tidak Anda kenal juga tidak mengenal Anda, pilih saja deh tanda gambar parpol, bukan calegnya. Kalo parpol kan relatif Anda kenal, minimal siapa ketua umumnya atau tokoh-tokoh pusatnya.

Saya mengenal baik banyak caleg di Bandung, baik untuk tingkat DPRD Kota, Kabupaten, Provinsi, maupun Pusat (DPR RI). Saya tahu kinerja mereka dan sering berinteraksi dengan mereka secara informal, sekadar ngobrol dan SMS-an, misalnya. Satu jadi caleg DPRD Kota Bandung, pasti saya pilih dia jika Dapilnya pas, tapi tidak. Maka saya bingung, milih siapa, ah… pilih tanda gambar parpol saja!

Satu caleg DPR RI yang akan saya pilih. Saya akan pilih dia. Saya nilai ia istiqomah dalam dakwah, insya Allah. Saat dia jadi anggota DPRD, saya menilai, itulah “buah” perjuangannya selama ini. Dia seorang da’i dan konsisten di jalur dakwah. Dia pernah ditahan rezim Orba dengan dakwaan anti-Pancasila. Saya senang dia menjadi orang senang, banyak duit. Sikapnya tidak berubah. Tetap sederhana dan tetap dekat dengan siapa saja. Saya sering ngobrol tentang banyak hal, utamanya isu-isu keumatan di gedung parlemen.

Saya juga sering mendapatkan informasi “bawah tanah”, undercover, tentang banyak isu dan kelakuan birokrat serta anggota dewan yang lain. Tentu, saat mengungkapkan info undercover, ia embel-embeli dengan kata-kata “off the record”. “Ini off the record ya, jangan ditulis!” begitu ia sering memulai sebuah obrolan. Dari dia saya tahu ada “kader Moskow”, “kader kiri”, “antek anu”, dan banyak lagi. Wih, mengerikan!

Dari dia juga saya mendapatkan informasi tentang parpol mana yang sekarang sedang didukung banget oleh sebuah negara asing. Alasannya, parpol ini masih bersih, cenderung polos alias lugu, ideologinya pun belum berakar banget, masih labil, makanya akan “mudah dikendalikan”.

Saya sudah punya pilihan untuk caleg DPR RI. Untuk provinsi dan kota, saya masih ragu, tapi yang pasti saya tidak akan bingung. Sama seperti Anda, jangan golput deh, kalo tidak mengenal caleg dan caleg tidak mengenal Anda, pilih saja tanda gambar parpol!

Saya mungkin sama seperti Anda, kecewa ketika sebuah parpol yang Anda sukai, malah menempatkan caleg yang menurut Anda gak pantes jadi wakil rakyat. Papol Islam, misalnya, malah menempatkan caleg yang track-recordnya gak Islami. Saya pernah mendapatkan telepon dari seorang teman, “Kang, ‘gak salah nih parpol ini nyalonin dia, dia kan ‘kacau’ orangnya, Kang, merusak citra papol tuh.” Wasalam.*

Advertisements

One thought on “Pilih Gambar Parpol Aja Ah…

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s