Komunikasi Terorisme: Kasus Mumbai


Terorisme adalah komunikasi. Dalam sebuah aksi teror selalu ada pesan (message) dari teroris. Dengan kata lain, aksi teroris dimaksudkan untuk menyampaikan sebuah pesan.


Terorisme adalah komunikasi dengan menggunakan kekerasan, umumnya untuk mencapai tujuan politik. Encyclopedia Americana (1993) menyebutkan, terorisme adalah penggunaan atau ancaman kekerasan yang terbatas pada kerusakan fisik, namun berdampak psikologis tinggi karena ia menciptakan ketakutan dan kejutan. Keefektifan terorisme lebih bersifat politik ketimbang militer. Aksi teroris dimaksudkan untuk mengomunikasikan sebuah pesan.

Demikian pula aksi teror di Mumbai India, Rabu (26/11) lalu, mengandung sebuah pesan dari para teroris. Pesan “komunikasi terorisme” itu tersirat dari ucapan seorang teroris, Imran, yang disiarkan India TV. “Apakah kalian sadar berapa banyak orang tewas di Kashmir seminggu ini? Apakah kalian tahu bagaimana militer membunuh mereka?” kata Imran sebagaimana dikutip Republika (28/11).

Jelas, pesan komunikasi para teroris adalah masalah Kashmir. Teroris berusaha membuka mata dunia, juga mengingatkan India, agar segera menyelesaikan masalah Kashmir, wilayah berpenduduk Muslim yang masih saja “dijajah” India. Padahal, PBB berulang kali memerintahkan India menggelar referendum di Kashmir untuk memberikan kesempatan kepada warga Kashmir menentukan nasib sendiri (self determination): bergabung dengan India, Pakistan, atau bahkan menjadi negara merdeka. Namun, India mengabaikan seruan itu, bahkan terus “memaksa” warga Muslim Kashmir agar tetap bergabung dengan India.

Jadi, selayaknya, terorisme di Mumbai kian membuka mata dunia akan nasib naas yang dialami komunitas Muslim Kashmir. Kita mengecam aksi terorisme di Mumbai. Kita tidak setuju dengan “cara perjuangan” mereka yang mengorbankan warga tak berdosa. Tapi, di sisi lain, kita tidak boleh mengabaikan “pesan teror” mereka.

Selama puluhan tahun, Kashmir mereka berada dalam penjajahan India dan selama itu pula banyak Muslim Kashmir yang tewas diberondong peluruh tentara India, atau ditangkap dan disiksa. Sosiolog Muslim Pakistan, Akbar S. Ahmed dalam Posmodernisme Bahaya dan Harapan bagi Islam (1993) mengungkapkan: “Di Srinagar, file pencatat hak-hak asasi manusia penuh dengan catatan kejahatan tidak manusiawi yang dilakukan atas orang-orang Kashmir,” tulis Tony Allen-Mills di Sunday Times. “Seorang pria bokongnya dilubangi dengan bor listrik selama diinterogasi polisi paramiliter. Seorang pria lagi dilemparkan ke bak mandi yang airnya dialiri aliran listrik. Dan ada lagi yang kemaluannya dipotong dengan pisau.”

Mungkin, itu pula yang dimaksudkan Imran: “Apakah kalian tahu bagaimana militer (India) membunuh mereka (warga Kashmir)?”

Akbar S. Ahmed yang sosiolog Muslim Pakistan ini melukiskan kondisi Kashmir dengan baik dalam buku di atas, sekaligus menjelaskan kondisi Muslim di Israel dan Uni Soviet: “Kashmir benar-benar diabaikan India. Tidak mempunyai unit industri besar. Kultur dan bahasa Kashmir dibiarkan merana. Hampir tidak pernah ada pemilu yang bebas dan adil. Janji-jani plebisit telah dilupakan. Peluru dan tongkat komando terlalu sering digunakan pasukan India. Cerita-cerita tentang penganiayaan dan pemerkosaan terlalu biasa terdengar.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berkali-kali mengeluarkan resolusi (tahun 1948, 1949, 1952, dan 1957) yang memerintahkan India menyelenggarakan suatu plebisit atau referendum untuk mengetahui kehendak rakyat Kashmir: bergabung dengan India atau Pakistan. Namun, India tetap membangkang.

Warga Kashmir sudah melakukan komunikasi, namun dengan cara yang salah memang, yakni terorisme. Tapi pesannya jelas: perhatikan nasib Kashmir! Wallahu a’lam.*

2 thoughts on “Komunikasi Terorisme: Kasus Mumbai

  1. mungkin sekarang dunia mendengar pa yang terjadi di india. dengan cara terorisme ini akhirnya nama islam kembali tercoreng sebagai agama yang keras.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s