Perhimpunan Penyiar Bandung


SEDIKITNYA 32 orang penyiar radio se-Bandung berkumpul di RM Ponyo Jln. Malabar, Senin (28/7) lalu, untuk menghadiri acara “silaturahmi informal” dengan Ketua DPRD Kota Bandung H. Husni Muttaqin. Semula, saya rada pesimistis kawan-kawan penyiar bisa hadir. Saya khawatir karena saya yang dipercaya oleh “panitia” untuk ngumpulin penyiar se-Bandung. Saya sangat dibantu oleh Bung Indra Budiman alias Chandra Yudia Prameswara yang “sukarela” menyebarkan undangan via SMS, ya via SMS atau telepon, kepada teman-teman penyiar, utamanya penyiar-penyiar yang saya belum kenal dekat.

“Dalam rangka apa, Bos…?” tanya seorang rekan penyiar vis SMS. “Silaturahmi aja. Katanya Pak Husni udah lama mau ketemu ama para penyiar se-Bandung, datang aja lah, kapan lagi bisa ngumpul dan makan siang gratis,” jawab saya. “Kaitannya dengan Pilwalkot?” tanya rekan yang lain. “Bisa jadi, tapi saya akan jaga acara itu murni silaturahmi, tidak akan menyimpang ke dukung-mendukung kandidat,” jawab saya. Yang hadir saat itu, seingat saya, adalah para penyair dari radio-radio papan atas Kota Bandung –Dahlia, Rama, Shinta, Bandung FM, K-Lite, Zora, Radio Dangdut TPI, Global FM, Garuda, MGT, juga dari LPS PRSSNI dan Radio Polisi 112. Wartawan media cetak pun ada yang “nyusup” gabung. Maklum, di tempat yang sama memang ada acara konferensi pers seorang Cawalkot Bandung.

Acara berlangsung. Saya dipercaya menyusun dan memandu acara. “Kumaha Kang Romel wae, mangga, nyanggakeun sepenuhnya ke Kang Romel,” kata “panitia’ dari pihak Pak Husni. Sayang sekali, saya juga mohon maaf kepada rekan-rekan penyiar yang hadir, ternyata ada “oknum” yang mungkin “carmuk” kepada Pak Husni. Dia mendominasi pembicaraan. Saya hanya bisa duduk manis mendampingi Pak Husni. Lama-kelamaan, saya “gatel” juga. Terpaksa angkat bicara dan berusaha ambil-alih dialog. Acara pun jadinya… “Ane denger acara tadi siang agak kurang beres, Bos. Kerjaannya si … dan … ya?” sebuah SMS masuk malam harinya. “Ya bener, kacau tuh….”

Dialog sendiri sebenarnya berjalan seru. Pak Husni banyak meneirma masukan, juga “komplain”, karena radio merasa dianaktirikan oleh birokrat. Ada kunjungan ke redaksi media cetak, tapi jarang sekali ada kunjungan ke stasiun radio. Sosialisasi program banyak lewat media cetak, tapi jarang sekali lewat radio, kecuali radio tertentu yang memang “merapat” atau “nempel kayak perangko” ke kalangan birokrat.

Sebelum acara dimulai, bahkan sebelum pertemuan berlangsung, saya sudah ‘sounding’ kepada beberapa rekan penyiar soal pentingnya organisasi perkumpulan penyair. “Coba bayangka,” saya bilang, “Organisais wartawan banyak sekali, lebih dari 34 buah organisasi perkumpulan wartawan. Tapi penyiar? Gak satu pun euy…” Sepakat, pada acara silaturahmi itu saya akan “sounding” ke rekan-rekan penyiar guna pembentukan organisasi perhimpunan penyair Bandung, guna meningkatkan “posisi tawar” penyiar dengan banyak pihak, termasuk manajemen radio yang kadang seenaknya aja mecat penyiar. Mayoritas, kalo tidak semuanya, penyiar menjadi “tenaga kontrak” yang bisa diputus begitu habis masa kontrak atau ada sanksi jika melanggar aturan.

Karena acara “agak kurang beres”, sounding soal itu tidak sempat dilakukan. Padahal, saya sudah siapkan draft “Deklarasi Malabar” tentang pembentukan organisasi perhimpunan penyiar Bandung. Lain waktu, kita bisa berkumpul lagi, jadiin tuh rencana kita. Deklarasi Malabar itu a.l. berisi kesepakatan pendirian organisasi penyiar karena selama ini penyiar dalam posisi tawar yang lemah. Misi organisasi perhimpunan penyiar ini utamanya adalah meningkatkan profesionalisme penyiar, meningkatkan posisi tawar penyiar dengan pihak terkait, dan memajukan dunia penyiaran radio di kota Bandung pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Ingat kawan, “Berdua Lebih Baik” kata Acha, tapi “Bersatu Jauh Lebih Baik”. Di belakang kita ada ribuan fans atau pendengar yang pastinya dukung kalo kita terhimpun dalam organisasi. Kita, para penyiar, sangat dekat dengan masyarakat, tul ‘gak? Hayu ah…! *

Advertisements

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s