Sebut Nama Tersangka secara Vulgar


MAU nanya nih, apakah menyebut nama tersangkat secara vulgar (lengkap) dalam pemberitaan ada sanksinya gak bagi wartawan? SEbab tidak semua tersangka adalah pelaku. ini yang terjadi d Harian Lombok POst Mataram, Terima kasih atas penjelasannya. (Karnan, karnan@telkom.net).*

JAWAB:
Menurut kode etik pemberitaan bidang kriminal, nama boleh disebutkan lengkap kalo sudah ada ketetapan hukum sebagai terpidana/terbukti di pengadilan. Jika masih sebagai tersangka, tertuduh, terdakwa, atau belum memiliki status dari pengadilan, maka kode etik menyebutkan harus ditulis inisial atau nama samaran. Alasannya, ya seperti yang Anda sebutkan itu… “SEbab tidak semua tersangka adalah pelaku…”

Selain itu, wartawan harus menaati “asas praduga tak besalah”, sebagaimana ditegaskan dalam Kode Etik Jurnalistik sebagai berikut:

Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah. (Pasal 3). Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.

Selain itu, penulisan nama korban juga harus hati-hati. Sebabnya, kode etik menyebutkan: “Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan” (Pasal 5). Penafsirannya, identitas adalah semua data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak; anak adalah seorang yang berusia kurang dari 16 tahun dan belum menikah.

Soal sanksi bagi pelanggar kode etik, diserahkan kepada masing-masing pemimpin media ybs. Kode etik tidak ada sanksi hukum dari negara. Namun wartawan harus berhati-hati jangan sampai melanggar delik pers (KUHP), misalnya pencemaran nama baik, sehingga bisa dipidana. Thx.*

Advertisements

One thought on “Sebut Nama Tersangka secara Vulgar

  1. bos, sy kira anda keliru. tidak ada satu pun pasal dalam Kode Etik Jurnalistik yang mewajibkan menuliskan nama inisial tersangka atau tertuduh pelaku tindak kriminal. Media atau jurnalis boleh menuliskannya lengkap, KECUALI untuk 1) korban susila; 2) pelaku kejahatan yang masih di bawah umur. Ini tercantum pada Pasal 5 KEJ yang diteken 29 organisasi wartawan di Jakarta, 14 Maret 2006.

    Komentar sy di atas menanggapi Jawaban Anda: “Menurut kode etik pemberitaan bidang kriminal, nama boleh disebutkan lengkap kalo sudah ada ketetapan hukum sebagai terpidana/terbukti di pengadilan. Jika masih sebagai tersangka, tertuduh, terdakwa, atau belum memiliki status dari pengadilan, maka kode etik menyebutkan harus ditulis inisial atau nama samaran. Alasannya, ya seperti yang Anda sebutkan itu… “SEbab tidak semua tersangka adalah pelaku…”

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s