Penyiar Butuh Skill


Penyiar Butuh Skill

BANYAK orang yang beranggapan, profesi sebagai penyiar radio itu gampang banget, tinggal duduk di balik meja operator, cuap-cuap, udah gitu muterin lagu. Tapi, setelah digeluti langsung, ternyata nggak segampang itu lho!

Dunia siaran radio itu penuh dengan tantangan, utamanya tantangan untuk bisa dekat dengan pendengar atau memikat perhatian dan hati mereka. Ngedeketin pendengar di udara, tentu jauh lebih sulit dengan pedekate di darat, dalam pergaulan sehari-hari. Salah satunya, karena kamu tidak bisa melihat langsung reaksi pendengar, matanya, wajahnya, senyum manis atau senyum pahitnya, marahnya, dan sebagainya. Di sinilah dituntut kemampuanmu melakukan “visualisasi” sosok pendengar, kamu mesti punya “mental image”.

Demikian pula sebaliknya, kamu sebagai pendengar, tidak bisa melihat langsung penyiar yang sedang bicara sama kamu. Sebagai penyiar, kamu tetap menjadi “misteri” bagi pendengar, tentu saja kecuali bagi pendengar yang udah kenal atau pernah ketemu dengan penyiar idolanya.

Tantangan lain, pendengar sudah makin selektif. Tentunya stasiun radio yang bisa memberikan acara yang menarik untuk didengarlah yang akan banyak peminatnya. Dan ini dapat menguntungkan pihak radio untuk merangkul mitra kerja yang bisa dijadikan sponsor acara. Untuk itu, akan terjadi pemilihan penyiar yang punya skill lebih bagus dan wawasan yang luas.

Skill utama penyiar adalah lancar berbicara di depan microphone atau di dalam ruang siaran. Nah, di sinilah perlunya kursus atau pelatihan dulu sebelum resmi jadi penyiar. Antara lain pelatihan teknik vokal, membuat materi siaran, proses mixing atau nge-DJ (merangkai lagu) dari satu lagu ke lagu yang lainnya, yang merupakan proses awal yang mesti dijalani seorang penyiar yang ingin memiliki kualitas siaran yang baik.

Lengkapnya, skill yang diperlukan seorang penyiar (Announcer’s Skill) secara teknis ada tiga, yakni berbicara, membaca, dan menulis. Lho? Jangan kerutkan dahi dulu, simak dulu penjelasannya berikut ini….

Sorry, tulisan ini ‘gak bisa dilanjutin. Soalnya tulisan ini kutipan dari buku saya, “Broadcast For Teen: Jadi Penyiar Itu Asyik Lho!”, terbitan Nuansa Cendikia Bandung (2008). Ini buku panduan ‘lengkep’ deh buat kamu yang mau jadi penyiar. Yang udah jadi penyiar juga kuduk deh kayaknya baca buku ini, bagus banget seeh… hehe… narsis euy! Mau pesen? SMS aja ke Marketing Nuansa di 0818 638 038, ok? Wasalam. (Romel).*

Keterangan Foto: Seorang peserta Shinta Broadcasting School tengah praktek siaran di studio mini SBS.*

One thought on “Penyiar Butuh Skill

  1. mas , om, pak…..
    saya mau tanya….

    gimana caranya untuk ngebangkitin semangat setelah lama fakum di dunia udara (penyiar)…

    da 1 tahun lamanya gak nyiar dan sekarang timbul rasa pengen nyiar lagi tapi takut ja gak PD….

    ditunggu beritanya yo….:)

    Thanks.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s