PILWALKOT BANDUNG 2008: JANGAN ASAL INDEPENDEN


JELANG Pilwalkot Bandung 2008 muncul calon independen. Sayang, calon independen yang muncul atau dimunculkan itu tidak populer di masyarakat Bandung. Padahal, ia akan berhadapan dengan incumbent Dada Rosada dan sejumlah “politisi tua” lainnya yang dari segi popularitas di kalangan warga jauh lebih unggul.

Muncul pertanyaan, apakah kemunculan calon independen itu juga rekayasa pihak incumbent agar muncul calon independen yang tidak populer, sehingga warga tidak memilihnya, dan “terpaksa” memilih incumbent atau calon yang diusung parpol? Siapa di belakang forum pengusung calon independen?

Jelas, calon yang dimunculkan atau diusung jangan asal independen. Tapi harus berkualitas, ketokohannya diakui warga, juga sembangsihnya selama ini bangi warga Kota Bandung. Kalo calon independen tidak berkualitas dan tidak populer, malah menguntungkan calon yang diusung parpol. Betul ‘gak?

Calon independen diprediksi meraih hingga 90%v suara lho dalam Pilwalkot Bandung nanti. Meskipun prediksi pengamat sering meleset juga. Buktinya, siapa yang mengira Hade bakal mengalahkan Dai dan Aman di Pilgub Jabar 2008. So, yang penting figur, ketokohan, popularitas! Meski Golkar, Demokrat, PPP, PBB rame-rame berkoalisi dalam “Koalisi Pelangi”, atau PKS dan PDIP menciptakan “Koalisi Merah Putih”, kalo calonnya ‘gak kualitas dan kapabel, juga gak populer dan gak meyakinkan, percuma saja. Ingat, Pilgub Jabar jadi pelajaran berharga…

Lagian, masa Gubernurnya usia 42 tahunan, tapi walikota Bandungnya udah “usia pensiun”, kan susah matching tuh nanti… Ah, sedekar opini, silakan tanggapi! (Ahmad Faiz, warga ber-KTP dan emang urang Bandung).*

3 thoughts on “PILWALKOT BANDUNG 2008: JANGAN ASAL INDEPENDEN

  1. Seru juga yah… Hanya sekedar cerita. Waktu mlm rabu kemarin sy melihat sosok mantan walkot yg kbetulan lg beli roko di kios pinggir jln krn mbl yg di tumpanginya mogok. Tak lama kmudian mantan tsb di salami oleh orang disekitarnya. Ternyata mreka kliatan akrab. Mungkin jg mantan tsb bilamana mencalonkan kembali perlu di perhitungkan.

  2. Wah…sebelumnya salut atas web-nya, selamat. Dan, senang juga bisa silaturahmi lewat “dunia maya”, walau kebanyakan saya cuma pendengar pasif Bung Romel.
    Menarik sekali bila kita bicara calon” independen”. Bagi saya, daya tariknya justru ini menunjukkan bahwa “partai politik kita sudah usang dan perlu “dirakit kembali”??!!
    Nyatanya, toh tidak bisa melahirkan “kader-kader pemimpin”, iya to?
    Walaupun dari sisi lain, saya termasuk orang yang kurang sependapat “dengan arti penting” calon independen. Menurut saya, pondamen dari suatu sistem politik demokrasi adalah “partai politik”, partai politik-lah yang harus dan punya kewajiban “melahirkan kader-kader pemimpin bagi bangsa ini.
    Sisi selanjutnya adalah: SUDAH DEWASAKAH PARTAI POLITIK DAN MASYARAKAT KITA DALAM BERPOLITIK? Ini menjadi persoalan baru nantinya pada “pola hubungan eksekutif dan legislatif. Bagaimana bila belum “dewasa”? Akankah masyarakat terus dijadikan “tameng perpolitikan”?
    Dalam pandangan saya, bila-pun kemudian calon independen muncul, JADIKANLAH INI YANG PERTAMA DAN TERAKHIR. TUGASNYA ADALAH SEBAGAI PERINTIS PEMBENTUKAN POLA KEPEMIMPINAN DAN SISTEM BIROKRASI INTERNAL DAERAH. DAN, TUGAS PEMIMPIN DAERAH SAAT INI ADALAH ” MEMBANGUN KEMANDIRIAN DAERAH DAN MEMBENTUK POLA HUBUNGAN ANTAR KOTA, UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN KOTA/DAERAH, DAN UNTUK MEMECAHKAN MASALAH-MASALAH PERKOTAAN”.
    ………………………………………..
    Aduh….maaf nih Bung Romel, saya jadi sok seorang “pengamat politik”. Yang jelas, MARI KITA TUMBUHKAN PEMBELAJARAN DAN PENCERDASAN POLITIK RAKYAT. PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT ADALAH KUNCI DEMOKRASI KITA.
    Selamat berjuang dan salam buat semuanya.

    *) Terimakasih bung Nandang, hatur nuhun atas apresiasi dan komentarnya. Nanti mah aktif ya komentar di Radio Shinta… Nuhun

  3. Ya, independen juga harus dikenal masyarakat bukan hanya dikenal oleh sebagian kelompok/ golongan saja. Cawalkot muda? Bagaimana kalau Kang ASM Romli mencalonkan diri🙂

    *) Ya setuju…!!! hehe.. Pak kabar bro…?

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s