Film FITNA Emang Fitnah!


HEBOH film Fitna karya Geert Wilders benar-benar menjadi fitnah bagi umat Islam. Baik fitnah dalam pengertian “ujian keimanan”, cobaan, maupun “tuduhan tidak benar”. Umat Islam tidak perlu meresponnya dengan reaksi berlebihan, sebaiknya meresponnya dengan counter attack berupa film lagi atau upaya seimbang yang tujuannya sama-sama mmbentuk opini publik. Jika Wilders hendak menciptakan opini publik bahwa Al-Quran/Islam berbahaya, maka umat Islam harus terus berupaya mengkampanyekan pemahaman Islam yang benar bahwa Islam itu rahmatan lil ‘alamin. Kalaupun umat Islam melakukan tindak kekerasan, itu hal terpaksa dan lebih bersifat self defence.

Bagi umat Islam, orang semacam Wilders bukan “barang baru”. Zaman Nabi Saw aja udah ada Abu Jahal, Abu Lahab, dan banyak lagi yang sangat benci banget sama Islam. Kita juga mengenal nama-nama lain dewasa ini seperti Salman Rushdie, Tasleema Nasreen, Pat Robertson, dan masih banyak lagi yang “doyan” menyerang atau menjelek-jelekkan Islam. Catatan saya: mereka menyerang lewat media! Buku, film, radio, artikel, dll. Maka, mestinya kasus Wilders dengan film Fitna-nya ini membuat umat Islam “sadar media”.

Maksudnya, betapa media massa sangat penting bahkan berperan dominan dalam “perang pemikiran” sekarang ini. Namun, umat –termasuk para tokoh/ulama–tampaknya belum begitu peduli akan peran media dalam dakwah Islamiyah. Umat sering bereaksi kontraproduktif ketika Islam dilecehkan, misalnya dengan aksi-aksi demonstrasi. Padahal, serangan kepada Islam dilakukan melalui media massa. Mestinya, lawan melalui media lagi. Akibatnya, umat dinilai sebagai “kaum reaksioner”.

Jadi, kudu kumaha? Ya… itu tadi, segera berdayakan umat di bidang media massa sehingga mereka menjadi jundullah di medan perang pemikiran/ide, berjuang menegakkan opini publik yang benar tentang Islam. Sok ayeuna, di Indonesia, mana televisi atau koran nasional yang “punya” umat Islam? Teu aya! Mana lembaga zakat yang asetnya miliaran rupiah yang mau menerbitykan media massa free buat umat, can aya! Mereka lebih senang ngegelar tablig akbar, ngundang da’i kondang dengan honor jutaan rupiah, hanya untuk acara dua-tiga jam! Coba kalo dana itu digunakan buat bikin buku atau majalah, lebih lama dan lebih luas syi’arnya kan?

‘Gak bisa bikinnya? Don’t worry, ada saya dan kawan-kawan….! Yuk, kita ambil hikmah kasus Fitna ini dengan kampanye “sadar media” di kalangan umat, khususnya kalangan aghniya, ulama, tokoh Islam, aktivis ormas, lembaga dakwah. Media is the most powerful thing nowadays! (bener gak ya inggrisnya….?)

“Lho sendiri udah berbuat apa, Mel?” begitu ada yang tanya. Mmh…. nanti riya’ dong kalo bilang-bilang. Tapi insya Allah ‘gak, Amin! Coba Anda cek page My Book di weblog ini. Saya juga berusaha “kampanye sadar media dan jurnalistik” melalui lembaga BATIC (www.baticnews.co.nr), juga… ah udah, ‘gak seberapa, makanya saya ajak kawan-kawan, yuk.. do something, bilih ditaros di akhirat nanti: “Hai Fulan, agamanu dinistakan, apa yang telah engkau lakukan untuk membela agamamu?” Nah lho….

Udah dulu ah, 15 menit lagi harus siaran DHEG DHEG PLAS (Lagu2 Koes Plus) di Shinta 97.2 FM Bandung, Lep… Aah….! C.U!

2 thoughts on “Film FITNA Emang Fitnah!

  1. saya sependapat dengan kang romel. fakta membuktikan umat islam sering bereaksi ketika islam dihujat, itu wajar. tetapi cara yang bereaksinya itu yang salah. islam mengajarkan hukum qisash, potong tangan kanan maka potong lagi tangan kananya. gitu khan..kalo gak salah.
    bila dihujat lewat film maka kita hujat lagi lewat film. gak usah pake kerusuhan, demo, apalagi anarkis. itu jelas-jelas menandakan umat islam masih primitif.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s