Pengalaman Baru bersama Prapanca FM / Trijaya Medan


KAMIS (24/1) sore saya sedang ngobrol di kantor redaksi Majalah Bina Da’wah Bandung. Tema perbincangan seputar buku saya yang baru terbit, Kamus Jurnalistik, plus soal PLTSa Gedebage. Di tengah asyik mengobrol, tiba-tiba HP saya berdering. Seperti biasa, tidak langsung saya angkat. Diliat dulu nomor yang masuk. Agak kaget, karena nomor yang masuk itu bernomor depan asing bagi saya +62614527XXX.

“Halo, dengan Mas Asep Syamsul M. Romli…?” tanya seseorang di nomor tlp itu.

“Emh… maaf dengan siapa ini ya…?” saya tanya balik.

“Dari Radio Prapanca Medan..” jawabnya. Medan?! Kaget juga saya. Aya naon yeuh broadcaster Medan ngontak saya.

Rupanya, Prapanca FM/Trijaya Medan bermaksud mewawancarai saya, live on air, esok hari, soal buku-buku yang saya tulis, utamanya buku Broadcast for Teen: Jadi Penyiar Itu Asyik Lho! dan Kiat Memandu Acara: Teknik MC dan Moderator. Deal! Saya bersedia diwawancara. Jadwalnya, Jumat (25/1), sekitar jam 07.15 am.

Pagi harinya, saya pun prepare. Tapi, sampai jam 07.30 blom ada juga kontak dari Medan. Baru sekitar jam 07.50 ringtone hp bunyi: “…senja kini berganti malam…. menutup hari…” (Bersama Bintang, Drive). Diliat nomor yang masuk, ‘gak kaget lagi, karena udah kenal toh, ya… dari Prapanca FM Medan.

Disambungkanlah ke studio dan on air lah kami –saya dan dua penyiar cewe di studio sana. Der weh wawancara tah, ‘gak lama seeh, cuma sekitar 15-20 menit. Intinya, kami berbicara soal asyiknya jadi penyiar, cara menjadi penyiar, “godaan” menjadi penyiar, “keuangan” penyiar, tahapan untuk menjadi penyiar, dsb. Mau tau isi wawancaranya? Baca aja deh buku Broadcast for Teen: Jadi Penyiar Itu Asyik Lho!, ya?

Jelas, diwawancarai oleh sebuah radio di Medan, live on air, adalah pengalaman baru. Medan ‘kan jauh dari Bandung! Tapi berkat teknologi jadi deket…. pastinya…! Salut banget buat Prapanca FM/Trijaya Medan, excellent! Di mana pun penulis buku berada, “dikejar” buat diwawancarai live on air, demi kepuasan pendengarnya.

Kalo diwawancara Trijaya FM Bandung, sering banget, hatur nuhun pisan lho temen-temen di Trijaya FM Bandung, yang sering wawancara saya pagi-pagi tentang berbagai masalah –sosial-kegamaan, politik, sampai soal PLTSa. Akhir-akhir ini pun saya sering diwawancara temen-temen wartawan soal PLTSa. Makasih ya temen-temen dari Kompas, Pikiran Rakyat, Republika, Sindo, The Jakarta Post, 68 ARH, dan banyak lagi. Nama saya pun sering muncul di koran akhir-akhir ini, terkait “perjuangan” menentang PLTSa/insinerator, yang gas beracun atau polusinya, diyakini para pakar lingkungan sangat membahayakan lingkungan hidup dan nyawa manusia.

Nah, profesional muda…. (sapaan pendengar Prapanca FM/Grup Trijaya FM) semoga apa yang saya sampaikan pagi itu (25/1) bermanfaat. Buat kru Prapanca FM Medan, makasih banget ya…. Good Luck and sukses buat Anda semua… Sampai jumpa….!

Lep, Aah…! (kalo yang ini ungkapan khas Shinta 97.2 FM Bandung, tempat siaran saya yang baru).

O ya, profesional muda Medan, Anda yang sempet dengerin wawancara saya itu, boleh comment di sini ya… Thanks!(*)

Advertisements

6 thoughts on “Pengalaman Baru bersama Prapanca FM / Trijaya Medan

  1. Aswr wb, damang Kang Romel. selamat idul fitri ya, semoga semakin berkibar dan meraih mahligai takwa.
    *) Alaikum salam…. gi flu neeh din, met lebaran jug buatmu dan good luck dengan nirmalanya… thx

  2. bang, saya dari aceh yang berprofesi wartawan juga, saya kepingin jadi seperti abang, gimana ya caranya?

    (*) Jangan mau seperti saya, tapi harus LEBIH dari saya… Caranya? IQRA! baca, baca, baca dan terus belajar; jangan pernah merasa cukup dengan ilmu dan skill yang dimiliki, tingkatkan terus ilmu dn skillmu. Jangan lupa, sebarkan ilmu itu kepada orang lain, insya Allah berkah… Good luck!

  3. Kang, katanya Pemkot tgl 21 Maret mau peletakan batu pertama tuk PLTSa, asa ku keukeuh nya. Tos sidik bakal merugikan warga kota dan kabupaten bandung.
    Maju terus kang ntuk tolak PLTSa di PEMUKIMAN!

  4. Saya ikut mendukung perjuangan Asep menentang PLTSa di Gede Bage, bukan-bukan apa, kasihan warga di sekitarnya. Lain halny a kalau jauh dari pemukiman warga. Semoga karier yang multibidang maju terus

  5. Kang Asep, aku cuma minta maaf, baru bisa kontek. kedua salam buat saudaraku di bandung. Pak Diro, teh Ela, trus Kang sarnapi kapan ke Tegal? Sekarang aku di Tegal neeh… kang. Jadi wartawan maning…. truz, aku tertarix buku teknik penyiaran, konon SKH tempatku bekerja bakal ngedirirn stasiun radio siaran juga…. katanya…
    wassalam
    hamidin krazan mantan wartawan hikmah PR

  6. Kang kamana wae yeuh……
    Tos teu ngajar deui di STIKOM nya..
    Siga nu seueur proyekna. cik atuh bagi-bagi…
    Nuhun kang alhikmah tiasa janten kantor tabloi themotor.
    irfan eko permana.. (STIKOM)

    (*) Teu ngajar di STIKOM teh bukan banyak proyek, tapi dipecat karena sy bukan sarjana komunikasi ceunah mah… naif nya?

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s