Komentar Anda tentang PLTSa. Terima kasih…


Wiyogo | wiyogo@gmail.com

kang romel saya salut dengan akang, udah ikut rombongan yang notabene di biayai oleh walikota yang tentu saja tujuannya untuk mendukung bapak walikota kita yang terhormat.akan tetapi akang tetep menulis secara obyektif hasil kunjungan anda.
dan saya juga setuju klo di singapura pasti pengolahan lebih hitech dan tanpa protes dikarenakan pembangunan jauh dari pemungkiman dan diolah secara modern dan disiplin.

emang sangat sangsi klo liat niatan pemkot bandung untuk membangun di gedebage.
saya menyangsikan apakah akan “benar” pengolahan di gedebage dengan dana hanya 150 Milyar untuk pembangunannya, apakah akan se hitech di singapura. apakah akan jauh dari polusi jika cerobong asap hanya 42m (bandingkan dengan singapura 150m), apakah di jamin akan tidak menghabiskan sumber air tanah di daerah gedebage di karenakan PLTSA ini akan boros air untuk pengelolaannya, apakah tidak menimbulkan bau yang sangat menyengat, mengingat karakteristik sampah di Indonesia yang merupakan sampah basah. Beda dengan Singapura yang pasti sampah sudah terpilah dari sumbernya (sampah kering dan sampah basah).

apakah dijamin SDM nya akan mengelola dengan baik dan sesuai dengan standar ( mengingat di Indonesia belum ada standarisasi tentang polusi udara). dan apakah memang sudah tertutup hati nurani pejabat kita yang terhormat sehingga mengesampingkan semua alasan tersebut diatas hanya untuk kepentingan pribadi dengan mengesampingkan opini masyarakatnya.

saya sangat berharap klo pejabat kita yang terhormat ini mau untuk lebih berpikir jernih akan pembangunan PLTSa ini.
karena saya jamin PLTSa ini akan banyak mudarat nya dari pada manfaatnya

dan kenapa pak dada tidak mau dialog dengan atau tukar pikiran dengan orang orang yang punya pendapat lain dengan keinginannya. sehingga bisa lebih mendapat masukan dari berbagai pihak. Semoga bangsa kita ini terhindar dari malapetaka yang di ciptakan oleh warga negara kita sendiri ini

Dec 30, 7:15 AM —

(*) Hatur Nuhun atas apresiasinya. “Katakan yang benar walaupun pahit!” Begitu ‘kan kata hadits? 

bhigo gca | bimo.ap@gmail.com

Bravo Kang Asep Syamsul M. Romli alias Romel. ” Komentar dan Informasi Kang Romel bisa menjawab kegelisahan warga di pemukiman terdekat, dan juga menjawab komentar beberapa warga kota bandung yang setuju dengan pemaksaan kehendak Pemkot Bandung “.

Pro dan Kontra mewarnai pembangunan PLTSA di kota Bandung..Apakah ini sengaja diciptakan …atau ada..kepentingan…?? KASIHAN WARGA KOTA BANDUNG…

“Ketua Forum Bandung Timur (Forbatim) berbicara tidak berdasarkan fakta”.

1. Komentar tentang lahan yg kotor penuh sampah tidak terurus, menunjukkan bahwa sdr. Agus tidak pernah melihat lokasi yg akan dipakai untuk lahan PLTSA. Kami sarankan Sdr.Agus datanglah ke lokasi dan lihatlah sendiri dan kemudian berbicaralah dengan warga terdekat..?

2. Rencana lahan PLTSA adalah lahan produktif untuk pertanian dengan kapasitas panen sebanyak 3 kali setahun dengan pengairan yg baik walau hanya dari jenis irigasi kecil.

3. Saya sebagai warga di wilayah Bandung Timur sangat malu memiliki ketua yg mengaku mewakili warga Bandung Timur tetapi ternyata memiliki wawasan pengetahuan yg sangat sempit tentang rencana pembangkit listrik Tenaga Sampah.

4. PLTSa yang akan dibangun akan mengakibatkan beban anggaran 50 Milyard setahun untuk subsidi kepada PT.BRILL, dan itu berarti beban Tambahan baru dari Rakyat kepada pihak Swasta, Apakah tidak sebaiknya anggaran sebesar tsb diatas di alokasikan kepada para pelaku UKM di Sektor Riel…. masing-,masing diberikan 10 jt rupiah minimal dapat terangkat UKM 5.000 per tahun dengan minimal 3 tenaga kerja per ukm. Bagaimana kalau KSO nya selama 20 tahun…????? berapa dana masyarakat yg akan terpakai…???

5. Komoditi politik sudah kental dalam Pro Kontra Pembangunan PLTSa di Bandung. Silahkan saja asal jangan rakyat dikorbankan saja lah.

Saya seduikit memahami masalah Technologi yg telah kang Romel ungkapkan, Namun Sebagai Jurnalis Muslim saya percaya kang Romel juga akan memikirkan dan mengangkat masalah ekonomisnya juga yang tentunya juga menjadi faktor dominan didalam pembangunan PLTSa. Mengapa dipaksakanan …? Ada apa dipaksakan….? Untuk kepentingan Siapa Dipaksakan ….? Subsidi hampir 50 Milyard setahun bukan sedikit loh Kang….?

Wassalam
Bhigo
Rancanumpang, GedeBage
Bandung

Dec 27, 6:02 AM — Populer Karena PLTSa

(*) Haturnuhun Kang Bhigo… Qta berdoa semoga Allah memberikan hidayah kepada Walikota Bandung agar tidak dibutakan kepentingan sesaatnya, Amin….!

Daniar | daniarm@plasa.com

Saya mendukung warga Griya Cempaka Arum yang MENOLAK Pembangunan PLTSa. Info proyek ini, persiapannya saja udah ngak bener. Kalo bener sih ngak akan ada yang namanya demo penolakan. Bukan hanya warga GCA yang menolak, tapi juga para ahli lingkungan, Walhi Jabar, LSM dan banyak lagi.

Berita di http://www.bandung.go.id, kamis 27 Desember 2007 disampaikan “PLTSa GedeBage Walikota Bandung Siap Tanggungjawab Lahir Bathin”. Menurut saya ya ngak bisa cuma bilang gitu aja, harus jelas bagaimana jika GAGAL. Harus dipersiapkan dan direncanakan anti sipasinya. Termasuk penggantian kerugian terhadap warga CGA dan sekitarnya.

Dec 27, 4:17 AM — Populer Karena PLTSa

(*) Haturnuhun Kang Daniar. Semoga Allah menahan azab-Nya karena pemimpin zhalim ini. Amin…!

Gede H. Cahyana | gedehc@yahoo.com | gedehace.blogspot.com
Ass. Wr. Wb
Kang Romel, semoga perjuangan menolak PLTSa di Bandung Raya ini dapat membuahkan hasil. Tak hanya untuk penduduk di GCA, tapi juga warga tatar Bandung.
Sejak Senin lalu, banyak prapatan di Kota Bandung ini dipasangi spanduk yang mengatasnamakan berbagai forum. Mungkin forum ini dadakan dan hanya untuk mengusung rencana pemkot. Sampai-sampai ulama pun dilibatkan dan tanpa mencermati potensi konflik di antara para ulama pendukung PLTSa dan yang kontra-PLTSa.
Pola itulah yang disebut cultural dope, yaitu menganggap bodoh masyarakat, wong cilik dan pasti mengekor pendapat pejabat, tokoh, ulama yang telah disusupi oleh pemkot.
Demikian dan salam.
Gede H. Cahyana
Dec 19, 3:11 AM — Populer Karena PLTSa

(*) Terimakasih Pak, semoga bapak istiqomah sebagai ilmuwan lingkungan yang berpihak pada kebenaran dan hati nurani, tidak “terbeli” oleh segepok uang dari pihak mana pun, apalagi dari penguasa zhalim. Pembuat/pemasang spanduk pro-PLTSa jelas di belakangnya ada Pemkot. Kita tanya saja pada hatinurani pemasang spanduk itu: bagaimana jika PLTSa didirikan dekat rumah dia, mau?!

Mang Iyus | mang_iyus@yahoo.com | clansoenda.web.id |
satuju kang ari kieu mah. Saya sebagai Penduduk Cempaka Arum oge ngadukung kalo prinsip yang dikembangkan di Spore dan akan di terapkan di Bandung bener2 MIRIP yang dijadikan Bahan Kajian

(*) Haturnuhun Mang, ti blok naon mang Iyus teh…?

Dec 20, 4:42 PM — hanny_hid@yahoo.com
Dear Pak Romli. Saya tertarik sekali membaca artikel anda mengenai Incinerator di Singapore, kalau boleh tahu gimana prosedurenya untuk memperoleh izin melakukan studi banding ke salah satu incinerator di Singapore? Apakah harus melalui Institusi Pemerintah atau Institusi Pendidikan, saya sendiri adalah swasta yang tertarik untuk membangun PLTSa. Terima kasih sebelumnya untuk bantuan anda.Salam,Hanny Hidayat

(*) Terimakasih atas apresiasinya. Saran saya, bapak hubungi langsung pihak pabrik. Saya rasa tidak perlu melalui intitusi pemerintah/pendidikan juga bisa, langsung aja kontak mereka, saya yakin mereka akan wellcome….

Dec 20, 7:48 AM — yuyun_ismawati@yahoo.com
Syukur udah liat sendiri yang namanya PLTSa di negri orang, meski sebetulnya tidak bisa dibandingkan dengan yang akan dibangun di Gedebage. Seharusnya kita membandingkan APEL dengan APEL lagi, bukan APEL dengan JERUK..
Sayangnya cuma berkunjung 1 hari ya dan hanya mendengar penjelasan dari front office. Sebetulnya kalau mau tau lebih jauh, kita mestinya masuk juga dari back officenya. Dibawa kemana abu dan keraknya. Apakah yang dibuang Singapur ke Pulau Galang bukan dari Senoko juga…..?
Mengelola B3 di luar negeri lumayan mahal. Jadi yang bagusnya diperlihatkan kepada pengunjung dari Indonesia, yang gak bagusnya dibuang ke Indonesia juga.
Kenapa Senoko dan incinerator IUT Singapore Ltd dibangun jauh dari permukiman? Karena pemerintahnya TAHU, PAHAM dan MENJAGA KESELAMATAN WARGANYA. Bagaimana dengan pemerintah Kota Bandung?

(*) Hatur nuhun Bu Yuyun, semoga ibu konsisten dan teguh pendirian dalam berjuang demi keselamatan lingkungan hidup, terutama manusia. Semoga ibu sehat dan baik selalu.

10 thoughts on “Komentar Anda tentang PLTSa. Terima kasih…

  1. menanggapi dari saudara inzi jika ingin tahu mengenai alasan masy yg pro silahakan hub saya kebetulan saya sedang nyusun ta tentang pro dan kontra pltsa.

  2. hi kang…
    aku inzi mahasiswa (udh lulus sih tp masih revisi) dari fikom unpad…kmrn ini saya bikin skripsi tentang sosialisasi prgram PLTSa di gedebage…nah untuk revisi…saya perlu alasan warga untuk yg pro …kira2 knp yah warga ada yg pro PLTSa???
    soalny hasil penelitian saya smua warga kontra..tp menurut dosen2 harus ngambil segi warga yg pro…haiyah..bingung saya…

    (*) Hi juga… Agak sulit memang, karena 100% warga GCA memang kontra PLTSa. Kalaupun ada yang pro, gak mungkin ngaku, takut diasingkan oleh warga, nanti kalo wafat gak ada yang nyolatin tuh… Tapi, saya bisa tunjukkan warga yang “diduga” pro-PLTSa, ada sekitar 5-7 orang warga, alasannya 1. karena kebagian “jatah proyek”, 2. kena suap, 3. butuh pekerjaan (nganggur), 4. dekat dengan orang pemkot/pns pemkot… Nah itu, silakan teliti. Thanks

  3. assalamualaikum kmh damang kang? PLTSA itu memang masih PRO dan Kontra di bandung ini. menurut saya PLTSA belum jelas apakah akan baik atau tidak kedepannya! pemkot jangan memutuskannya dengan sepihak! kasihan Donk warga Cempaka Arum mereka menjadi korban dalam program ini! pemkot harus mencari solusi yang lebih baik!jangan sampai ada yang merasa dirugikan atas PLTSA ini! hatur nuhun kang! abdi bade ngiring latihan siaran deui aah! wios teu kang?punten diBlz aah!

  4. assalamualaikum kang romel, absi budak jurnal06 PLTSa teh atos pasti bermanfaat untuk bandung atau ,alah merugikan masyarakat sekitar (meruya)? menurut saya mah pemkot itu jangan melihat keuntungannya saja, tapi lihat dulu apakah masyarakat sekitar teh detuju dengan adanya PLTSA ini atau tidak???? nuhun aah! kang abdi ebgke ngiring siaran deuinya!!

  5. pagi kang, saya mau nanya nih.gimana bisa ikut siaran diradio akang. tapi malu euy belum bisa tehnik siaran. dulu pernah ikut siaran si radiolokal tapi cuma sekali. terus jadi suka euy sama dunia broadcast.

  6. Pak!!! saya mau nanya kalau nerbitin novel bagaimana caranya??? bapak bisa ga’ kasih cara atau tips? saya punya naskah novel judulnya “Perempuan Setenyah Hati” namun hanya 116 halaman huruf 12 pt sepasi 1,5. dan terdiri dari 22 judul didalamnya. pak kalau bisa bantu saya tolong balas di email saya. terima kasih pak!!!!

  7. he he. kang romel good good good morning, PLTSa jadi proyek besar pemerintah naha warga meuni embung narima, di bere duit meureun? sok atuh di UBER atau di sukamiskin nu ngadukung pembangunan sampah. geura ka ditu pejabat teh tong neangan nu hese atuh nya. lep ah nuhun

    (*) He he lagi…. Iya tuh, Walikota Bandung mah bandel pisan… teu mau dengerin apa kata pakar lingkungan tentang bahaya PLTSa dan mahalnya biaya perawatan parik sampah insinerator.

  8. Info : Polling di web http://www.bandung.go.id
    “Setujukah Anda dengan dibangunnya PLTSa di Kota Bandung”

    Pada tanggal 24 Januari 2008 pagi jam 10.00 WIB
    Jumlah Setuju = 76
    Tidak Setuju = 215
    Masa pada jam 16.00 WIB menjadi :
    Jumlah Setuju = 804
    Tidak Setuju = 215

    Bohong tuh

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s