Mencari Ide Tulisan


MENGGALI ide (gagasan) sama halnya dengan mencari inspirasi atau ilham. Ide (berasal dari kata Latin idein artinya melihat) adalah gagasan atau hasil pemikiran. Ide diperoleh dengan memikirkan sesuatu. “Ide ada di mana-mana,” kata Maskun Iskandar dari Lembaga Pers Dr. Soetomo Jakarta.

Sumber ide antara lain bacaan (utamanya baca Quran dan koran/berita aktual), pengamatan, pengalaman, pendapat, obrolan, pengetahuan, perasaan, keinginan, dan tontonan.

Setelah mendapatkan ide tulisan, uji sendiri itu tersebut, misalnya dengan menimbang-nimbang:

* Aktualkah ide tersebut? Ukurannya adalah berita-berita yang muncul di media massa.

* Bergunakan ide penulisan tersebut bagi publik? Ukurannya adalah kepentingan publik terhadap tema atau masalah yang akan diangkat.

* Cukupkah pengetahuan dan referensi yang kita miliki untuk mengembangkan ide tersebut dalam sebuah tulisan? Periksa rak buku atau kliping koran Anda!

* Pernahkah ditulis oleh orang lain? Jika pernah, temukan angle (sudut pandang) lain!

* Kira-kira media massa mana yang tertarik dengan ide tersebut? Ide tersebut sesuai dengan visi dan misi media mana? Pelajari artikel-artikel dan berita utama yang biasa dimuat di media tersebut.

Dalam bahasa agama, ide dapat merupakan hidayah (petunjuk Tuhan). Untuk penggalian ide, dengan demikian, dapat pula kita mengacu kepada bagaimana mendapatkan hidayah itu.

Hidayah itu bisa diperoleh dengan beragam cara. Antara lain berupa ilham, yaitu petunjuk yang didapat melalui ilham, diberikan Tuhan ke dalam hati seseorang. Ide menulis pun bisa datang dengan cara demikian. Istilahnya, “naluri menulis”. Identik dengan sense of news yang dimiliki wartawan.

Ada juga hidayah yang datang melalui pancaindera, yaitu petunjuk yang didapat melaui penglihatan (mata), pendengaran (telinga), perasaan (lidah), penciuman (hidung), perabaan (tangan). Ide pun bisa diperoleh dengan cara penginderaan, misalnya dengan mengamati fenomena –membaca buku atau koran, melihat pemandangan atau apa pun yang bisa dilihat, mendengarkan siaran radio, televisi, dan sebagainya.

Hidayah juga didapat melalui akal (hidayatul ‘aqli), yakni dengan mengoptimalkan fungsi akal, daya nalar, atau pemikiran. Ide menulis pun dapat diperoleh dengan akal ini, yakni dengan cara menimbulkan pertanyaan “mengapa”, “kenapa bisa begitu”, “bagaimana”, “ada apa di balik peristiwa itu” terhadap sebuah fenomena. (NEXT: Mengembangkan Ide).*

Copyright © 2007 ASM. Romli Http://www.romeltea.co.nr

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s