Media Massa: Makna, Karakter, Jenis, dan Fungsi


Media Massa (Mass Media) adalah chanel, media/medium, saluran, sarana, atau alat yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa, yakni komunikasi yang diarahkan kepada orang banyak (channel of mass communication). Komunikasi massa sendiri merupakan kependekan dari komunikasi melalui media massa (communicate with media).

Yang termasuk media massa terutama adalah suratkabar, majalah, radio, televisi, dan film sebagai The Big Five of Mass Media (Lima Besar Media Massa), juga internet (cybermedia, media online).

Jenis Media Massa:
1. Media Massa Cetak (Printed Media). Media massa yang dicetak dalam lembaran kertas.

Dari segi formatnya dan ukuran kertas, media massa cetak secara rinci meliputi (a) koran atau suratkabar (ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano), (b) tabloid (1/2 broadsheet), (c) majalah (1/2 tabloid atau kertas ukuran folio/kwarto), (d) buku (1/2 majalah), (e) newsletter (folio/kwarto, jumlah halaman lazimnya 4-8), dan (f) buletin (1/2 majalah, jumlah halaman lazimnya 4-8). Isi media massa umumnya terbagi tiga bagian atau tiga jenis tulisan: berita, opini, dan feature.

2. Media Massa Elektronik (Electronic Media). Jenis media massa yang isinya disebarluaskan melalui suara atau gambar dan suara dengan menggunakan teknologi elektro, seperti radio, televisi, dan film.

3. Media Online (Online Media, Cybermedia), yakni media massa yang dapat kita temukan di internet (situs web).

Peran Media Massa

Denis McQuail (1987) mengemukakan sejumlah peran yang dimainkan media massa selama ini, yakni:
1. Industri pencipta lapangan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya dalam periklanan/promosi.
2. Sumber kekuatan –alat kontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.
3. Lokasi (forum) untuk menampilkan peristiwa masyarakat.
4. Wahana pengembangan kebudayaan –tatacara, mode, gaya hidup, dan norma.
5. Sumber dominan pencipta citra individu, kelompok, dan masyarakat.

Karakteristik Media Massa

1. Publisitas, yakni disebarluaskan kepada publik, khalayak, atau orang banyak.
2. Universalitas, pesannya bersifat umum, tentang segala aspek kehidupan dan semua peristiwa di berbagai tempat, juga menyangkut kepentingan umum karena sasaran dan pendengarnya orang banyak (masyarakat umum).
3. Periodisitas, tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.
4. Kontinuitas, berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan priode mengudara atau jadwal terbit.
5. Aktualitas, berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik.

Fungsi Media Massa

Fungsi media massa sejalan dengan fungsi komunikasi massa sebagaimana dikemukakan para ahli sebagai berikut.
Harold D. Laswell:
1. Informasi (to inform)
2. Mendidik (to educate)
3. Menghibur (to entertain)

Wright:
1. Pengawasan (Surveillance) – terhadap ragam peristiwa yang dijalankan melalui proses peliputan dan pemberitaan dengan berbagai dampaknya –tahu, panik, terancam, gelisah, apatis, dsb.
2. Menghubungkan (Correlation) – mobilisasi massa untuk berpikir dan bersikap atas suatu peristiwa atau masalah.
3. Transmisi Kultural (Cultural Transmission) – pewarisan budaya, sosialisasi.
4. Hiburan (Entertainment).

De Vito:

1. Menghibur
2. Meyakinkan – e.g. iklan, mengubah sikap, call for action.
3. Menginformasikan
4. Menganugerahkan status – menunjukkan kepentingan orang-orang tertentu; name makes news. “Perhatian massa = penting”.
5. Membius – massa terima apa saja yang disajikan media.
6. Menciptakan rasa kebersatuan –proses identifikasi.

UU No. 40/1999 tentang Pers:

1. Menginformasikan (to inform)
2. Mendidik (to educate)
3. Menghibur (to entertain)
4. Pengawasan Sosial (social control) –pengawas perilaku publik dan penguasa.

Literatur:
1. Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan, Batic Presss, Cet. III, 2005.
2. Denis McQuail, Mass Communication Theory (Teori Komunikasi Massa), Erlangga, 1987.
3. Nurudin, Komunikasi Massa, CESPUR, Malang, September 2003
4. William R. Rivers at.al., Media Massa dan Masyarakat Modern: Edisi Kedua, Prenada Media, Jakarta, 2003.
5. Winarni, Komunikasi Massa: Suatu Pengantar, UMM Press, 2003.
* Materi kuliah “Dasar-Dasar Jurnalistik” Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Kebangsaan (UK) Bandung. Kelas Reguler. Dosen: ASM. Romli. Copyright © http://www.romeltea.com. *

About these ads

10 Responses

  1. mau nanya dong??
    saat ini fungsi media mengalami pergeseran
    maksudnya apa pergeseran dari mana ke mana

    • Pergeseran ke fungsi entertainment dan industri/komersil. Media, khususnya TV, lebih fokus pada fungsi entertainment ketimbang edukasi/pendidikan atau informasi edukatif –sebagai dampak pergeseran fungsi media yang telah mengindustri; mengikuti selera pasar/konsumen/publik yang lebih suka hiburan.

  2. saya mau tanya..
    Apakah dampak negative dari media masa?

  3. permisi saya mau tanya…
    Apa fungsi atau peran media massa sebagai agen atau media sosialisasi? :)

  4. Aku bingung perlu nga sih media massa itu menggunakan bahasa Indonesia yang EYD atau lebih baik menggunakan bahasa Jurnalistik??

  5. mau tanya dong
    ciri-ciri media elektronik itu selengkapnya kaya gimana sii?

  6. Saya mau tanya…

    Apa sih pengertian dari MEDIA CETAK GRATIS khususnya MAJALAH GRATIS itu?
    Saya sudah cari-cari kemana-mana tapi belum dapet juga pengertiannya apa…
    Tolong dibantu yah bang… Saya butuh banget untuk skripsi saya…
    Terimakasih sebelumnya…

    (*) Media Cetak Gratis atau Majalah Gratis itu media/majalah yang tidak dijual, tapi dibagikan secara cuma-cuma. Pembiayaan operasional redaksi, cetak, dan marketing semata-mata mengandalkan iklan atau donasi. Di Hong Kong, misalnya, banyak media/majalah gratis, seperti Suara, Berita Indonesia, dll. Di Taiwan juga ada IndoSuara. Di Eropa dan Amerika kabarnya juga banyak media/majalah gratis. Di Indonesia masih jarang, bahkan saya belum menemukannya.

  7. Media memengaruhi pemikiran dan perilaku publik. Dampak negatif muncul ketika media meyajikan hal negatif atau sajian yang tidak mendidik, seperti kekerasan dan pornografi, juga “gosip” akibat gencarnya program infotainment TV yang kerap memunculkan “sisi gelap” selebritas atau figur publik.

  8. Sosialisasi bermanka “pemasyarakatan”, penyebaran informasi kepada publik/masyarakat, juga penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai-nilai. Media –dengan kekuatannya yang mampu memengaruhi pola pikir dan pola sikap, menjadi agen terefektif dalam sosialisasi apa pun, hal baik pun yang buruk, juga pencitraan dan penyebarluasan informasi.

  9. Bahasa jurnalistik itu subsistem dari sistem bahasa Indonesia (EYD). Jadi, mestinya menggunakan bahasa Jurnalistik dengan tetap berpedoman kepada EYD. Bahkan, penggunaan kata baku (EYD) sering otomatis lebih hemat kata sebagai karakter utama bahasa junalistik, misalnya “konkret” (baku/EYD) vs “kongkrit” (tidak baku), “andal” (baku) vs “handal” (tidak baku), dsb.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: